Pendemo Kepung Parlemen Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lebih dari 5.000 pengunjuk rasa mengepung Gedung Parlemen di Bangkok, Thailand. AP Photo/Sakchai Lalit

    Lebih dari 5.000 pengunjuk rasa mengepung Gedung Parlemen di Bangkok, Thailand. AP Photo/Sakchai Lalit

    TEMPO Interaktif, BANGKOK - Sidang Parlemen Thailand ditutup setelah para pemrotes anti-pemerintah mengepung gedung parlemen di Bangkok, Rabu (7/4). Para anggota parlemen pun turut diungsikan setelah lebih dari 5.000 pendemo Kaus Merah, yang merupakan pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, merangsek ke depan pintu gerbang parlemen menuntut agar segera digelar pemilihan umum.

    "Jika situasinya memburuk pemerintah akan segera menerapkan hukum darurat," kata Jurubicara Perdana Menteri Thailand Supachai Jaisamut. Para pendemo yang kebanyakan datang dari kampung-kampung dan pinggiran kota itu memang sejak lama menuntut agar parlemen dibubarkan dan pemilu selekasnya digelar. Mereka menganggap pemerintahan Abhisit Vejjajiva elite dan tak demokratis.

    Perdana Menteri Abhisit yang kebetulan sedang memimpin sidang kabinet segera dilarikan dari gedung parlemen. Adapun Ketua Parlemen Chai Chidchob segera menutup jalannya sidang majelis rendah dikarenakan situasi yang berkembang di luar gedung dan sedikitnya anggota sidang yang datang. Para demonstran menolak pergi dari distrik komersial di Bangkok dan berseru mengepung rumah Abhisit.

    | THENATION | BANGKOKPOST | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.