Pembicaraan Antara Google dan Cina Buntu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    TEMPO Interaktif, !-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->Shanghai - Pembicaraan dengan Cina atas sensor telah menemui jalan buntu. Kini Google, mesin pencari terbesar di dunia, "99,9 persen" akan menutup mesin pencari Cina.

    Financial Times mengungkapkan, dalam sebuah laporan pada situs web Google telah menyusun rencana terinci untuk menutup mesin pencari Cina. Koran itu mengutip seseorang yang akrab dengan perusahaan yang mengatakan bahwa, Google mungkin akan membutuhkan waktu untuk menindaklanjuti rencana itu.

    Sebelumnya, Cina memperingatkan Google pada hari Jumat, mengenai aturan main di negeri “Tirai Bambu” ini. "Jika Anda tidak menghormati undang-undang Cina, Anda tidak ramah dan tidak bertanggung jawab, maka konsekuensinya akan ada pada Anda," uajr Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi cina, Li Yizhong, kepada wartawan.

    Sementara kepala eksekutif Google, Eric Schmidt, mengatakan pada hari Rabu ia berharap segera mengumumkan hasil dari pembicaraan dengan pejabat Cina pada penawaran mesin pencari di Cina dengan tanpa sensor. Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi melakukan pengawasan internet di Cina dengan sejumlah badan lainnya.

    REUTERS| NUR HARYANTO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.