Bin Ladin Setuju Ledakkan Pesawat AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP

    AP

    TEMPO Interaktif, Kairo - Usama bin Ladin menyetujui rencana penyerangan terhadap pesawat milik AS di hari Natal tahun lalu seraya menyampaikan pesan serangan baru ke AS, Ahad kemarin.

    Namun demikian, pejabat AS dan sejumlah pengamat mengatakan dalam waktu dekat belum ada indikasi rencana serangan yang akan dilakukan oleh kelompok teroris bin Ladin ke AS.

    Juru bicara kementeria luar negeri AS mengatakan, para pemimpin al-Qaida menyiapkan strategi khusus penyerangan namun hal itu tergantung dari situasi yang ada. "Dia mencoba melanjutkan keberadaannya, " ujar juru bicara P.J. Crowley singkat.

    Pesan satu menit yang disampaikan bin Ladin melalui video adalah serangan baru terhadap sejumlah bandar udara di AS. Hal itu sebagai bentuk balasan terhadap AS karena menyokong kebutralan Israel.

    "Insya Allah, serangan kami terus berlanjut hingga dukungan Anda terhadap Israel berhenti," demikian pesan bin Ladin yang sempat direkam Al Jazeera.

    "Pesan yang kami sampaikan kepada Anda melalui prajurit heroik Omar Farouk Abdulmutallab adalah pesan penegasan yang dikirim sebelumnya oleh para pahlawan 11 September," katanya mengenai serangan ke Detroit yang dilakukan oleh warga Nigeria 25 Desember lalu.

    Pesan yang disampaikan Usama secara langsung ditujukan kepada Presiden Obama dengan judul "Dari Osama untuk Obama". Dalam pesannya, Usama melanjutkan: "Bangsa Amerika jangan bermimpi merasa aman bila hal itu belum kami dapatkan di Palestina."

    Pesan bin Ladin ini disampaikan empat minggu setelah angota kelompok garis keras yang berbasis di Yaman Omar Farouk Abdulmuttalab ditangkap di AS karena mencoba melakukan peledakan pesawat di Detroit, 25 Desember.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.