Israel Setujui Proyek Pembangunan di Yerusalem Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar Yahudi membersihkan halaman gedung Beit Orot Yeshiva, Yerusalem Timur, Selasa 5 januari 2010.(AP Photo/Dan Balilty)

    Para pelajar Yahudi membersihkan halaman gedung Beit Orot Yeshiva, Yerusalem Timur, Selasa 5 januari 2010.(AP Photo/Dan Balilty)

    TEMPO Interaktif, Yerusalem - Israel menyetujui pembangunan empat gedung apartemen baru di Yerusalem Timur, demikian penjelasan pejabat setempat, Selasa (5/1) waktu lokal.

    Pembangunan ini sontak membuat tensi hubungan Israel-Palestina naik di tengah upaya Amerika Serikat mendinginkan situasi dan upayakan perdamaian di Timur Tengah.

    Palestina mangklaim Yerusalem Timur merupaka ibu kota negerinya di masa depan. Untuk itu seluruh proyek pembangunan di kota tersebut harus dihentikan sebelum negosiasi perdamaian dilanjutkan.

    Yerusalem merupakan isu sensitif dalam perundingan damai antara Palestina dengan Israel, terutama soal pembangunan gedung-gedung di situs Kota Tua yang dianggap milik bersama warga Muslim, Kristen, dan Yahudi.

    Stephan Miller, juru bicara wali kota Yerusalam Nir Barkat menegaskan bahwa rekonstruksi pembangunan yang diusulkan oleh Pantinia Perencanan Pembangunan Yerusalem, Senin lalu, telah disetujui pemerintah.

    Sementara itu juru runding Palestina Saeb Erekat sangat keberatan atas pembangunan tersebut. Dia katakan, jika Israel ingin melanjutkan perundingan damai maka harus menghentikan pembangunan di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sesuai dengan komitmen Israel yang pernah membekukan pembangunan atas permintaan komunitas internasional 2003.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.