Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Paus Fransiskus ingatkan Risiko Penggunaan AI terhadap Martabat Manusia

image-gnews
Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan, di aula Paulus VI di Vatikan, 3 Januari 2024. Media Vatikan/Handout via REUTERS/File Foto
Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan, di aula Paulus VI di Vatikan, 3 Januari 2024. Media Vatikan/Handout via REUTERS/File Foto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus dalam pidato di konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Italia pada Jumat, 14 Juni 2024, memperingatkan para pemimpin negara G7 tentang risiko kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terhadap martabat manusia. Ia menjadi paus pertama dalam sejarah yang berpidato di acara tersebut. 

Keheningan menyelimuti ruangan ketika ia masuk menggunakan kursi rodanya, kemudian sejumlah pemimpin dunia dengan hangat menyambut paus berusia 87 tahun itu. Ia menyapa masing-masing pemimpin secara bergantian, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.

Rekan senegaranya, Presiden Argentina Javier Milei, memberinya sambutan secara khusus, sementara ia mendapat pelukan dari Raja Yordania Abdullah dan melakukan percakapan berbisik-bisik dengan Biden.

Paus mengatakan kepada para pemimpin G7 bahwa AI menawarkan “transformasi penting” bagi umat manusia yang mencakup kemajuan kian cepat dalam penelitian ilmiah. Namun, ia memperingatkan teknologi itu harus diawasi secara ketat untuk menjaga kendali dan “martabat manusia”.

“Tidak ada mesin yang boleh memilih untuk mengambil nyawa manusia,” kata dia, seraya menambahkan manusia tidak boleh membiarkan algoritma yang sangat canggih menentukan nasib mereka.

Menurut Paus Fransiskus, manusia akan menghadapi masa depan tanpa harapan jika kehilangan kemampuan untuk “mengambil keputusan tentang diri mereka sendiri dan kehidupan mereka”, dan malah menggantungkan tindakan tersebut pada mesin.

“Kita perlu memastikan dan menjaga ruang kendali yang sesuai bagi manusia atas pilihan yang dibuat oleh program AI. Martabat manusia bergantung pada hal ini,” katanya.

Pidato tersebut senada dengan pesan perdamaian tahunannya, yang menyerukan adanya perjanjian untuk memastikan AI dikembangkan secara etis demi menjunjung nilai-nilai seperti kasih sayang dan moralitas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertemuan G7 berlangsung di wilayah Puglia, selatan Italia, sekitar 400 kilometer dari rumah Paus di Vatikan. KTT G7 mempertemukan para pemimpin dari AS, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Kanada dan Jepang. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, tuan rumah KTT, mengundang sepuluh negara lain untuk bergabung dalam pembicaraan, termasuk perdana menteri India dan presiden Turki dan Kenya.

Awal tahun ini, Italia menyetujui rancangan undang-undang yang bertujuan menetapkan aturan dasar penggunaan AI dan menetapkan sanksi bagi kejahatan terkait AI. Meloni sebagai PM Italia juga telah berulang kali memperingatkan risiko yang ditimbulkan AI terhadap pasar kerja.

Dalam draf pernyataan penutupnya, G7 pada hari Jumat mengatakan mereka akan menyusun rencana untuk mengantisipasi kebutuhan keterampilan dan pendidikan di masa depan guna memanfaatkan revolusi AI yang sedang berlangsung.

Paus menyoroti potensi AI untuk melakukan tugas-tugas padat karya, namun ia mengatakan mesin-mesin tersebut juga dapat ditipu untuk menyampaikan informasi palsu. “Mereka tidak mengembangkan analisis atau konsep baru, melainkan mengulangi apa yang sudah mereka temukan,” katanya.

REUTERS | SKY NEWS

Pilihan editor: Paus Fransiskus Hitung Mundur Tahun Suci dengan Tema 'Harapan'

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Begini Westlife Rilis Single Baru dalam Bahasa Mandarin Pakai AI

2 hari lalu

Boyband Westlife tampil dalam konser bertajuk
Begini Westlife Rilis Single Baru dalam Bahasa Mandarin Pakai AI

Westlife merilis lagu terbaru menggunakan kecerdasan buatan alias AI dalam bahasa Mandarin dan berhasil merebut hati para fans di China.


Westlife Rilis Lagu Pakai AI, Sebelumnya Melly Goeslaw Pernah Berkolaborasi dengan Mendiang Nike Ardilla

2 hari lalu

Westlife akan menggelar konser With Love Tour 2024 di Candi Prambanan, Yogyakarta pada Jumat, 7 Juni 2024. Dok. Otello Asia
Westlife Rilis Lagu Pakai AI, Sebelumnya Melly Goeslaw Pernah Berkolaborasi dengan Mendiang Nike Ardilla

Westlife merilis lagu terbaru dalam bahasa Mandarin dengan menggunakan AI.


Ramai Peserta Lolos Diduga Pakai AI, Ini Sistem Penilaian Simak UI 2024

3 hari lalu

Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI) akan menyelenggarakan webinar dengan tema
Ramai Peserta Lolos Diduga Pakai AI, Ini Sistem Penilaian Simak UI 2024

Begini sistem penilaian Simak UI 2024.


GoTo Luncurkan Asisten Suara AI Dira, Klaim Pertama di Industri Fintech Indonesia

3 hari lalu

Dira by GoTo AI yang digunakan untuk aplikasi GoPay (GoTo)
GoTo Luncurkan Asisten Suara AI Dira, Klaim Pertama di Industri Fintech Indonesia

Fitur ini diimplementasikan melalui Dira by GoTo AI yang digunakan untuk aplikasi GoPay.


WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Generator Avatar AI

4 hari lalu

Ilustrasi avatar/Whatsapp
WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Generator Avatar AI

Fitur WhatsApp baru ini memungkinkan pengguna untuk membuat avatar AI yang dipersonalisasi dengan mudah.


Penjelasan Kampus soal Nilai Peserta Simak UI yang Diduga Gunakan AI dan Lolos Jadi Maba

4 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan atau AI. Dok. Shutterstock
Penjelasan Kampus soal Nilai Peserta Simak UI yang Diduga Gunakan AI dan Lolos Jadi Maba

Sempat ramai di media sosial soal peserta SImak UI yang menggunakan AI untuk menjawab soal.


Top 3 Tekno: Pesan untuk Pendamping MPLS, Rimba Raya Tunggu KLHK, dan Riset AI Soal Jawaban ChatGPT

5 hari lalu

Murid baru mengikuti MPLS di SLBN A Pajajaran Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra di Bandung, Jawa Barat, 15 Juli 2024. Kendalanya proses belajar mengajar kerap terganggu oleh ODGJ dan tuna wisma yang tinggal dalam satu komplek institusi pendidikan disabilitas netra tertua di Indonesia tersebut. TEMPO/Prima Mulia
Top 3 Tekno: Pesan untuk Pendamping MPLS, Rimba Raya Tunggu KLHK, dan Riset AI Soal Jawaban ChatGPT

Berbagai contoh pesan yang bisa dibuat siswa baru untuk pendamping MPLS menjadi pembuka Top 3 Tekno, Rabu, 17 Juli 2024.


Jepang akan Pinjamkan Rp53,3 T ke Ukraina dari Aset Rusia yang Dibekukan

5 hari lalu

Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menghadiri sesi foto pada hari pertemuan trilateral selama KTT G7 di Grand Prince Hotel di Hiroshima, Jepang, 21 Mei 2023. REUTERS/Jonathan Ernst
Jepang akan Pinjamkan Rp53,3 T ke Ukraina dari Aset Rusia yang Dibekukan

Jepang akan memberikan pinjaman sebesar US$3,3 miliar atau Rp53,3 T kepada Ukraina dengan menggunakan bunga dari aset-aset Rusia yang dibekukan


Google Maps Kebanjiran Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja Keunggulannya?

6 hari lalu

Fitur baru data kualitas udara dalam Google Maps yang sudah tersedia di perangkat iOS dan Android di Amerika Serikat. Foto : Gsmarena
Google Maps Kebanjiran Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja Keunggulannya?

Fitur navigasi dan peta Google semaikin canggih. Salah satunya menampilkan update cuaca dan kondisi lalu lintas secara real-time dengan citra satelit.


Riset AI di Dunia Pendidikan, Mayoritas Jawaban ChatGPT Tak Terdeteksi oleh Penguji

6 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan atau AI. Dok. Shutterstock
Riset AI di Dunia Pendidikan, Mayoritas Jawaban ChatGPT Tak Terdeteksi oleh Penguji

Riset University of Reading, Inggris, menunjukkan mayoritas ujian yang dikerjakan AI tak terdeteksi penguji. Nilai jawaban ChatGPT lebih tinggi.