Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Malaysia dan Cina Akan Lakukan Penelitian Bersama soal Pelindungan Panda

image-gnews
Bei Bei, seekor panda raksasa yang lahir di A.S. pada tahun 2015 dan dipindahkan ke Cina pada tahun 2019, memakan daun bambu di Ya'an Bifengxia, Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Cina, selama tur media di Ya'an, Sichuan provinsi, Cina 12 Juni 2024. REUTERS/Tingshu Wang
Bei Bei, seekor panda raksasa yang lahir di A.S. pada tahun 2015 dan dipindahkan ke Cina pada tahun 2019, memakan daun bambu di Ya'an Bifengxia, Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Cina, selama tur media di Ya'an, Sichuan provinsi, Cina 12 Juni 2024. REUTERS/Tingshu Wang
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia dan Cina akan melakukan babak baru penelitian mengenai pelindungan panda, yang disetujui saat kunjungan Perdana Menteri Cina Li Qiang untuk bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur pada Kamis, 20 Juni 2024. Kedua negara merayakan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik mereka.

Sebelumnya, Li dan Anwar menghadiri acara makan malam di Kuala Lumpur pada Rabu, 18 Juni 2024, untuk merayakan peringatan tersebut dan saling bertukar buku. Li menghadiahkan kepada Anwar buku berjudul “Peringatan ke-50 Hubungan Diplomatik Cina-Malaysia Bergandengan Tangan untuk Kerja Sama yang Saling Menguntungkan”, sementara Anwar memberi buku “Tautan yang Mengikat” kepada Li, menurut surat kabar The Star.

Kedua negara Asia itu pertama kali menjalin hubungan diplomatik pada 31 Mei 1974, dan membentuk Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2013. Pada hari terakhir kunjungan tiga hari Li di Malaysia, ia bersama Anwar mengeluarkan pernyataan bersama megenai kerja sama bilateral yang mencakup: membangun rasa saling percaya strategis tingkat tinggi, memperdalam sinergi pembangunan, mendorong pertukaran antar masyarakat dan meningkatkan koordinasi multilateral.

Salah satu dari poin konsensus tersebut adalah putaran baru penelitian bersama mengenai pelindungan panda, hewan asli dari Cina yang telah menjadi semacam lambang negara tersebut.

“Kedua negara menegaskan akan melakukan putaran baru penelitian bersama mengenai pelindungan panda untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik dan memperkuat kerja sama penelitian ilmiah,” demikian bunyi poin tersebut, seperti dikutip dari situs web Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Diplomasi panda, yaitu praktik pengiriman panda raksasa dari Cina ke berbagai negara lain sebagai alat diplomasi dan konservasi satwa liar, telah mempererat hubungan bilateral Cina dengan Malaysia. Bernama, kantor berita pemerintah Malaysia, mengatakan diplomasi panda juga telah meningkatkan reputasi Zoo Negara sebagai kebun binatang nasional Malaysia.

Pemerintah Cina menghadiahkan panda-panda raksasa ke negara lain dari 1941 hingga 1984. Setelah perubahan kebijakan pemerintah pada 1984, kini panda-panda tersebut hanya dipinjamkan dan tidak dihibahkan lagi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Kedua pemimpin berharap untuk mencapai kemajuan di bidang ini,” kata pernyataan itu, merujuk pada penelitian kedua negara soal panda.

Panda raksasa Fu Wa dan Feng Yi, yang dititipkan Cina ke Malaysia pada 21 Mei 2014 untuk merayakan 40 tahun hubungan diplomatik, telah melahirkan tiga anak: Nuan Nuan pada 18 Agustus 2015, Yi Yi pada 14 Januari 2018 dan Sheng Yi pada 30 Mei 2021. Pasangan Fu Wa dan Feng Yi, lahir pada 23 Agustus 2006 di Wolong Panda Centre, Sichuan, yang diganti namanya menjadi Xing Xing dan Liang Liang ketika sudah berada di Malaysia.

 

BERNAMA

Pilihan editor: PM Cina Tiba di Australia, Kunjungi Panda di Kebun Binatang dan Makan Siang di Kilang Anggur

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

16 jam lalu

Perjalanan Justin Bratton dan Selina Lo di Malaysia dalam travelogue Unfading Memories. dok. AXN
Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

Serial perjalanan Unfading Memoirs, menyajikan perjalanan menarik di Malaysia, dari Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur hingga Penang


Terkini: Prabowo Disebut-sebut akan Serahkan Pembangunan IKN ke Gibran? KAI Hadirkan Promo Juleha untuk Keberangkatan Sampai Akhir Juli

22 jam lalu

Menteri Pertahanan sekaligus Calon Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Istana Negara dan lapangan upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin, 18 Maret 2024. Foto: Tim Media Prabowo
Terkini: Prabowo Disebut-sebut akan Serahkan Pembangunan IKN ke Gibran? KAI Hadirkan Promo Juleha untuk Keberangkatan Sampai Akhir Juli

Proses pembangunan di IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus menjadi sorotan menjelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.


Ekonom INDEF Sebut Kebijakan BMAD Keramik Bisa Picu Tindakan Balasan dari Cina

1 hari lalu

Jurnalis merekam gudang penyimpanan produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tableware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Ekonom INDEF Sebut Kebijakan BMAD Keramik Bisa Picu Tindakan Balasan dari Cina

Ekonom INDEF menilai realisasi BMAD atas produk keramik impor bisa memicu tindakan balasan dari Cina.


Asaki Klaim BMAD Keramik Impor Cina Tidak Bertentangan dengan Aturan WTO

1 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tableware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Asaki Klaim BMAD Keramik Impor Cina Tidak Bertentangan dengan Aturan WTO

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) menyebut Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) keramik impor asal Cina sesuai aturan.


Bea Masuk Perlu Waktu Penyelidikan, IDEAS Sarankan Pemerintah Berlakukan Kembali Pertek Produk Tekstil

1 hari lalu

Petugas kepolisian berjaga di gudang penyimpanan pakaian impor bekas di kawasan Pulogebang, Jakarta, Senin (1/8). Direktorat kriminal khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penyelundupan pakaian bekas dan tekstil impor ilegal dengan mengamankan 12 tersangka dan menyita 2.216 bal pakaian bekas. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Bea Masuk Perlu Waktu Penyelidikan, IDEAS Sarankan Pemerintah Berlakukan Kembali Pertek Produk Tekstil

IDEAS sarankan pemerintah berlakukan kembali pertimbangan teknis (pertek) untuk produk tekstil impor. Bea masuk perlu waktu penyelidikan.


10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

1 hari lalu

Setiap wilayah di benua Asia terdiri dari beberapa negara dengan keunikan masing-masing. Berikut daftar negara di benua Asia dan ibu kotanya. Foto: Canva
10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

Dari banyaknya negara di benua Asia, terdapat 10 negara terbesar di Asia berdasarkan luas wilayahnya. Indonesia menjadi salah satunya.


Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

3 hari lalu

Ilustrasi bandara (Pixabay)
Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

Staf maskapai penerbangan di bandara mungkin secara tidak sadar menganggap penumpang berbaju merah lebih penting atau berstatus lebih tinggi.


Kemenperin Jelaskan soal Bea Masuk Antidumping 200 Persen: Khusus untuk Perusahaan yang Tidak Kooperatif

3 hari lalu

Jurnalis merekam gudang penyimpanan produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tableware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Kemenperin Jelaskan soal Bea Masuk Antidumping 200 Persen: Khusus untuk Perusahaan yang Tidak Kooperatif

Kemenperin menjelaskan memang ada Bea Masuk Antidumping (BMAD) tertinggi sebesar 199 persen, tapi untuk eksportir yang tidak kooperatif.


UMKM Mitra Binaan Pertamina Ini Ekspor Perdana 2,5 Ton Kerupuk Kulit Ikan Patin ke Malaysia

4 hari lalu

Ekspor perdana kerupuk kulit ikan patin dilakukan CV Raja Patin Indonesia, mitra binaannya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Foto Istimewa
UMKM Mitra Binaan Pertamina Ini Ekspor Perdana 2,5 Ton Kerupuk Kulit Ikan Patin ke Malaysia

Pemilik CV Raja Patin Indonesia, Tri Handayani, panjang lebar menceritakan hingga bisa melakukan ekspor perdana kerupuk kulit ikan patin ke Malaysia.


Gambar Resmi OnePlus Pad 2 yang Akan Iringi Peluncuran Nord 4

4 hari lalu

OnePlus Pad 2. gsmarena.com
Gambar Resmi OnePlus Pad 2 yang Akan Iringi Peluncuran Nord 4

OnePlus Pad 2 dirumorkan menjadi versi global dari OnePlus Pad Pro yang telah hadir di Cina sejak akhir bulan lalu.