Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Vladimir Putin Memuji Vietnam yang Dinilai Pragmatis soal Perang Ukraina

image-gnews
Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) bertemu di Resor Laut Hitam Sochi pada 6 September 2018. Vietnam News
Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) bertemu di Resor Laut Hitam Sochi pada 6 September 2018. Vietnam News
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin memuji sikap Hanoi terhadap perang Ukraina. Dalam sebuah tulisan opini yang diterbitkan pada Rabu, 19 Juni 2024 di surat kabar Partai Komunis Vietnam, Putin juga menyinggung kemajuan Vietnam di bidang pembayaran, energi dan perdagangan.

Sedangkan dalam komentar yang diterbitkan di surat kabar Nhan Dan, Putin memuji Vietnam karena mendukung “cara pragmatis untuk menyelesaikan krisis” di Ukraina.

Vietnam, yang secara resmi menerapkan kebijakan luar negeri netral dalam hubungannya dengan negara-negara besar di dunia, tidak mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022. Posisi itu dianggap negara-negara Barat kalau Vietnam terlalu dekat dengan Kremlin.

Bukan hanya itu, posisi Vietnam di Laut Cina Selatan berbeda dengan Cina, yang mengklaim hampir seluruh jalur perairan strategis tersebut, termasuk ladang gas dan minyak di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam tempat perusahaan-perusahaan Rusia mengekstraksi minyak dan gas.

Putin terakhir kali ke Vietnam pada 2017. Pada pekan ini, dia berkunjung lagi ke negara itu untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Menurut Putin, Rusia dan Vietnam juga memiliki “penilaian serupa mengenai situasi di kawasan Asia-Pasifik.” Energi merupakan bidang yang “memiliki memiliki kepentingan strategis dalam kerja sama bilateral” Vietnam dan Rusia. Ia menyinggung bisnis bersama Rusia-Vietnam dalam bidang bahan bakar fosil di Laut Cina Selatan dan di Rusia utara.

Ia juga mengutip inisiatif mendirikan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Vietnam dengan dukungan Rosatom, perusahaan energi nuklir raksasa milik negara Rusia. Sekitar satu dekade yang lalu, Vietnam menunda rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dan belum jelas apakah ada proyek tersebut akan dilanjutkan.

Putin memuji Vietnam kemajuan di bidang keuangan dan perdagangan. Penyelesaian pembayaran antara kedua negara menjadi rumit karena sanksi Barat terhadap bank-bank Rusia, dan masalah ini telah lama menjadi prioritas dalam pertemuan bilateral, kata para pejabat yang dikutip Reuters.

Ia mencatat, transaksi dalam rubel dan dong Vietnam menyumbang 60 persen pembayaran perdagangan bilateral pada kuartal pertama tahun ini, naik dari lebih dari 40 persen tahun lalu.

“Bank Usaha Patungan Vietnam-Rusia memainkan peran penting dalam memastikan transaksi keuangan yang dapat diandalkan,” tulis Putin, mengacu pada lembaga pemberi pinjaman yang berbasis di Hanoi yang didirikan pada 2006.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut kantor berita pemerintah Rusia TASS, perdagangan bilateral Rusia-Vietnam meningkat lebih dari delapan persen pada tahun lalu atau mencapai US$5 miliar (Rp82 triliun).  

Kedua negara bekerja sama di sektor-sektor seperti energi, pembuatan mesin, obat-obatan dan pertanian. Perusahaan-perusahaan Rusia seperti Gazprom, Zarubezhneft, Novatek, dan Rosatom sedang melaksanakan proyek di Vietnam, yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Vietnam juga merupakan destinasi menarik bagi wisatawan Rusia. Sekitar 40 ribu orang Rusia mengunjungi negara itu pada 2022 dan 125 ribu orang pada tahun berikutnya. Namun, perdagangan Vietnam dengan Rusia masih terbatas dan Amerika Serikat serta Cina adalah mitra dagang utama Hanoi.

Putin dijadwalkan tiba di Hanoi pada Kamis, 20 Juni 2024, waktu setempat dan berencana bertemu dengan para pemimpin Vietnam, setelah melakukan perjalanan ke Korea Utara. Selama di Hanoi, ia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vietnam To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong, Perdana Menteri Pham Minh Chinh, dan ketua parlemen Tran Thanh Man. Pembicaraan mereka diperkirakan akan fokus pada isu kemitraan antara Moskow dan Hanoi dan bakal menghasilkan sejumlah dokumen bilateral.

 

REUTERS | TASS

Pilihan editor: Warga Hanoi Puji Putin sebagai 'Pemimpin Dunia' dan 'Idola'

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

17 jam lalu

Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

Korea Utara pada Sabtu 13 Juli 2024 mengkritik deklarasi KTT NATO yang mengecam ekspor senjatanya ke Rusia


Kremlin Kecam Selip Lidah Joe Biden tentang Putin: Tidak Bisa Diterima

23 jam lalu

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Kremlin Kecam Selip Lidah Joe Biden tentang Putin: Tidak Bisa Diterima

Di KTT NATO di Washington, Joe Biden secara keliru menyebut Presiden Ukraina Zelensky sebagai "Presiden Putin."


Top 3 Dunia: Joe Biden Keseleo Lidah hingga Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia

1 hari lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Top 3 Dunia: Joe Biden Keseleo Lidah hingga Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia

Berita Top 3 Dunia pada Jumat 12 Juli 2024 diawali oleh Presiden AS Joe Biden keliru menyebut nama wakil presidennya dengan menyebut Donald Trump


Polisi Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia Atas Tuduhan Spionase

1 hari lalu

Pasangan yang dituduh mengakses dokumen terkait pembelaan Moskow. Foto: Facebook/Polisi Federal Australia
Polisi Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia Atas Tuduhan Spionase

Polisi Australia menangkap pasangan suami istri keturunan Rusia karena diduga melakukan spionase untuk Moskow


Selip Lidah Fatal, Joe Biden Sebut Zelensky sebagai Presiden Putin

1 hari lalu

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 21 September 2023. REUTERS/Kevin Lamarque
Selip Lidah Fatal, Joe Biden Sebut Zelensky sebagai Presiden Putin

Presiden AS Joe Biden mengalami selip lidah dengan memanggil Presiden Zelensky menjadi Presiden Putin


Jaksa Agung Ukraina Ingin ICC Mengadili Serangan Rumah Sakit di Kyiv

1 hari lalu

Pemandangan menunjukkan bangsal rumah sakit bersalin rusak akibat serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Dnipro, Ukraina 29 Desember 2023. REUTERS/Vitaliy Hnidyi
Jaksa Agung Ukraina Ingin ICC Mengadili Serangan Rumah Sakit di Kyiv

Jaksa Agung Ukraina telah meminta ICC untuk mengadili Rusia atas serangan rudal terhadap rumah sakit anak-anak di Kyiv awal pekan ini.


NATO: Ukraina Bisa Andalkan NATO dalam Jangka Panjang

1 hari lalu

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pergi setelah konferensi persnya, menjelang KTT NATO, di Vilnius, Lithuania, 10 Juli 2023. REUTERS/Yves Herman
NATO: Ukraina Bisa Andalkan NATO dalam Jangka Panjang

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Ukraina dapat mengandalkan aliansi tersebut dalam jangka panjang


10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

1 hari lalu

Setiap wilayah di benua Asia terdiri dari beberapa negara dengan keunikan masing-masing. Berikut daftar negara di benua Asia dan ibu kotanya. Foto: Canva
10 Negara Terbesar di Asia Berdasarkan Luas Wilayahnya

Dari banyaknya negara di benua Asia, terdapat 10 negara terbesar di Asia berdasarkan luas wilayahnya. Indonesia menjadi salah satunya.


Kedutaan Besar Rusia Komplain dan Minta Kementerian Luar Negeri Indonesia Tidak Bias Soal Perang Ukraina

1 hari lalu

Seorang ibu duduk di sebelah pasien anak yang sedang menjalani perawatan, di lorong lantai bawah tanah Rumah Sakit Anak Okhmadet, saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina 28 Februari 2022. Para pasien harus bertahan di lorong bawah tanah rumah sakit karena tidak dapat bertahan hidup tanpa pengobatan, tanpa perawatan medis dan pekerja medis. REUTERS/Umit Bektas
Kedutaan Besar Rusia Komplain dan Minta Kementerian Luar Negeri Indonesia Tidak Bias Soal Perang Ukraina

Kedutaan Besar Rusia di Jakarta prihatin atas komentar-komentar yang muncul terkait dugaan serangan tentara Rusia ke rumah sakit anak di Ukraina


Bulog Kembali Bantah Tuduhan Mark Up Impor Beras Vietnam

2 hari lalu

Sejumlah buruh menurunkan beras impor asal Thailand dari kapal kargo berbendera Vietnam di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat 1 Maret 2024. Perum Bulog Wilayah Aceh pada tahap awal telah mengimpor sebanyak 6.700 ton beras asal Thailand dan menyusul tahap kedua sebanyak 6.000 ton beras impor  asal Vietnam yang diperkiaran tiba di Aceh pertengahan Februari 2024 guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) dalam rangka menyambut bulan ramadhan dan pemenuhan kebutuhan pangan. ANTARA FOTO/Ampelsa
Bulog Kembali Bantah Tuduhan Mark Up Impor Beras Vietnam

Perum Bulog kembali tepis tuduhan mark up impor beras dari Vietnam. Begini penjelasan lengkapnya.