Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perang Balon Korsel-Korut, Ini Sejarah Konflik Keduanya

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara (Korut) mengirim 600 balon yang berisi sampah ke Korea Selatan (Korsel). Ratusan balon tersebut membawa sampah seperti puntung rokok, kain, sampah kertas dan sampah plastik. Hal itu dikonfirmasi oleh Seoul pada Minggu, 2 Juni 2024. 

Konflik kedua negara tersebut bukan baru terjadi. Korsel dan Korut memiliki sejarah panjang soal terpecahnya semenanjung Korea. Sebenarnya dahulu Korea adalah sebuah entitas politik tunggal selama berabad-abad lamanya yang menguasai wilayah Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Pembagian daratan Semenanjung Korea bermula sejak kekalahan Jepang pada Perang Dunia II pada 1945. Dua negara superpower pemenang, yaitu Sekutu dan Uni Soviet, membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea.

Korea dibagi menjadi dua yang dipisahkan oleh sebuah perbatasan yang kini dikenal dengan DMZ atau Demiliterized Zone (Zona Demiliterisasi)–paralel utara ke-38 mengikuti persetujuan dengan PBB.

Amerika dan Uni Soviet mengambil alih negara Korea dengan dua bagian dan bermaksud untuk mempersiapkan kemerdekaan kedua wilayah ini. Semenanjung Korea wilayah selatan dikuasai oleh Amerika Serikat dan di wilayah utara dikuasai oleh Uni Soviet. 

Amerika membantu sistem pembentukan militer di selatan. Sedangkan Uni Soviet membentuk rezim komunis yang besar di wilayah utara. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lalu melakukan pemungutan suara untuk menentukan kedaulatan Korea pada 1948.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun saat itu Uni Soviet menolak untuk berpartisipasti. Tidak lama setelah itu membuat wilayah selatan membentuk pemerintahannya sendiri yang berpusat di Kota Seoul. Wilayah selatan memerdekakan dirinya dan dipimpin oleh Syngman Rhee.

Wilayah utara tidak mau kalah dan membentuk sistem negara sendiri yang dipimpin oleh Kim Il Sung sebagai Perdana Menteri, yang berpusat di Pyongyang. Ini yang menjadi permasalahan nasional dan memicu perang saudara, yakni Perang Korea (25 Juni 1950-27 Juli 1953).

Perang tersebut membuat Korea terpisah oleh Zona Demiliterisasi Korea, yang secara teknis menyisakan Perang Dingin. Sampai saat ini belum ada perjanjian damai yang ditandatangani kedua pihak. keduanya hanya bersepakat untuk berhenti melalui gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

YOLANDA AGNE | RECHA TIARA DERMAWAN | EKA YUDHA SAPUTRA | SUCI SEKARWATI

Pilihan Editor: Inilah Perang Balon Air Terbesar di Dunia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

15 jam lalu

Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan. Unsplash.com/Yeojin Yun
Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

Korea selalu memiliki daya tarik untuk dijelajahi, dari keragaman budaya, lokasi syuting drama Korea dan musik K-pop hingga festival


Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

17 jam lalu

Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

Korea Utara pada Sabtu 13 Juli 2024 mengkritik deklarasi KTT NATO yang mengecam ekspor senjatanya ke Rusia


Netanyahu Dilaporkan Kendalikan Sendiri Negosiasi dengan Hamas

1 hari lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat kabinet di Bible Lands Museum di Yerusalem pada 5 Juni 2024. REUTERS
Netanyahu Dilaporkan Kendalikan Sendiri Negosiasi dengan Hamas

Ada ketakutan Netanyahu mencoba menghalangi kesepakatan dengan Hamas menyusul perselisihan antara perdana menteri dan badan keamanan Israel


Gaet Wisatawan Indonesia, Hallyu Tourism Festival Perkenalkan Destinasi di Drakor

1 hari lalu

Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, Kim Jisun, saat media gathering Hallyu Tourism Festival di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
Gaet Wisatawan Indonesia, Hallyu Tourism Festival Perkenalkan Destinasi di Drakor

Korea Tourism Organization gencar mempromosikan destinasi hallyu untuk menggaet wisatawan terutama dari Indonesia


Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

1 hari lalu

NewJeans memenangkan Song of the Year Daesang dalam Golden Disc Awards ke-38 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 6 Januari 2024. Foto: X/@GoldenDisc_en
Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

NewJeans terpilih karena popularitas serta pengaruh masif di pasar nasional maupun internasional


UGM dan Sookmyung Women's University Korea Selatan Gelar Pelatihan Kepemimpinan bagi Perempuan dan Anak Muda

2 hari lalu

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Sookmyung Women's University, dan Asia Pacific Women's Information Network Center (APWINC). Ugm.ac.id
UGM dan Sookmyung Women's University Korea Selatan Gelar Pelatihan Kepemimpinan bagi Perempuan dan Anak Muda

UGM bekerja sama dengan Sookmyung Women's University Korea Selatan lakukan pelatihan tingkatkan kompetensi kepemimpinan bagi perempuan dan anak muda.


Retno Marsudi Membuka Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

3 hari lalu

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara dengan Tempo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. TEMPO/Tony Hartawan
Retno Marsudi Membuka Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Retno Marsudi menilai dialog konstruktif itu penting untuk mengatasi berbagai konflik di seluruh dunia.


Volodymyr Zelensky Akui Suplai Senjata ke Ukraina Sangat Kurang

3 hari lalu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara saat wawancara dengan Reuters, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 20 Mei 2024. REUTERS/Gleb Garanich
Volodymyr Zelensky Akui Suplai Senjata ke Ukraina Sangat Kurang

Volodymyr Zelensky sebut Ukraina membutuhkan suplai senjata tak terhingga jika ingin menangkan perang


Olimpiade Paris 2024, HYBE akan Sediakan 5000 Lightstick untuk Dukung Tim Korea

3 hari lalu

Perusahaan hiburan HYBE membuat lightstick untuk mendukung Tim Korea dalam ajang Olimpiade Paris 2024. Foto: Allkpop
Olimpiade Paris 2024, HYBE akan Sediakan 5000 Lightstick untuk Dukung Tim Korea

HYBE membuat ribuan lightstick dengan dua versi berbeda untuk mendukung Tim Korea di ajang Olimpiade Paris 2024.


Jenderal Israel Kecam Kekerasan Pemukim Yahudi terhadap Warga Palestina

5 hari lalu

Kepala Komando Pusat IDF Mayjen Yehuda Fox. Wikipedia
Jenderal Israel Kecam Kekerasan Pemukim Yahudi terhadap Warga Palestina

Jenderal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat menggunakan masa pensiunnya untuk mengecam serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina