Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jalur Gaza Sudah Dipenuhi Tentara Israel

Reporter

image-gnews
Potongan video yang menunjukkan kendaraan militer Israel selama operasi yang diklaim dilakukan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 8 Desember 2023. Militer Israel mengeklaim pasukannya telah menerobos Jabalia, Shuja'iyya dan daerah Khan Younis. Israel Defense Forces/Handout via REUTERS
Potongan video yang menunjukkan kendaraan militer Israel selama operasi yang diklaim dilakukan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 8 Desember 2023. Militer Israel mengeklaim pasukannya telah menerobos Jabalia, Shuja'iyya dan daerah Khan Younis. Israel Defense Forces/Handout via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Warga Gaza menceritakan jet-jet tempur dan tank Israel diturunkan ke seluruh penjuru Jalur Gaza. Saat yang sama pada Minggu, 19 Mei 2024, Penasehat Keamanan Gedung Putih Jake Sullivan rapat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul seruan agar Amerika Serikat lebih fokus pada kampanye militer. 

Sebelum rapat dilakukan, Gedung Putih mengatakan Sullivan diharapkan bisa menekan Israel agar menyerang Hamas, namun lewat cara yang ditargetkan bukan dengan serangan penuh ke Rafah sebuah kota di selatan Gaza. Tentara Israel saat berita ini diturunkan sudah merangsek ke Kota Rafah, yang diyakini sebagai benteng terakhir Hamas. Ratusan ribu warga Palestina sudah keluar dari Rafah yang disebut sebagai tempat terakhir bagi para pengungsi untuk berlindung.   

“Di penjuru Jalur Gaza, tidak ada tempat yang aman,” kata Majid Omran, yang mengatakan pada Reuters seluruh keluarganya sudah melarikan diri dari Rafah dan pulang ke rumah mereka di Khan Younis yang tinggal puing-puing sejak lima bulan lalu.    

Sedangkan di Jabalia yakni wilayah utara Gaza, pada Minggu, 19 Mei 2024, tentara Israel sudah masuk lebih dalam ke area itu bahkan hingga ke gang-gang. Padahal area itu sudah pernah dimasuki tentara Israel. Militer Israel mengakui melakukan operasi militer di Jabalia yakni kota yang menjadi kamp-kamp pengungsi. Tel Aviv beralasan hal ini dilakukan demi bisa menghentikan Hamas melakukan kebangkitan dari wilayah tersebut.      

“Operasi militer ini untuk mengidentifikasi tempat-tempat yang menjadi sarang teroris dan melakukan puluhan serangan untuk membantu anggota militer Israel melancarkan serangan darat di area Jabalia,” demikian keterangan militer Israel. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sumber mengatakan Israel juga waswas soal puluhan terowongan yang diklaim sudah ditemukan Tel Aviv di bawah area Rafah yang tersambung ke Mesir, di mana hal ini dikutuk oleh militer Israel. 

“Terowongan-terowongan ini digunakan oleh Hamas untuk mensuplai senjata dan amunisi serta berpotensi digunakan para penyelundup untuk mengeluarkan sandera atau tempat keluar-masuknya pejabat senior Hamas,” kata Wakil Jaksa Israel Noam Gilad dalam sebuah sidang di Den Haag, Jumat, 17 Mei 2024.  

 
Sumber: Reuters

Pilihan editor : Tentara Israel dan Hamas Baku Tembak di Jabalia

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ingin Akhiri Perang, Hamas Minta AS Tekan Israel Terima Proposal Gencatan Senjata

1 menit lalu

Ingin Akhiri Perang, Hamas Minta AS Tekan Israel Terima Proposal Gencatan Senjata

Hamas meminta Amerika Serikat ikut menekan Israel agar menerima proposal gencatan senjata guna mengakhiri perang di Gaza.


Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel untuk Balas Dendam Tewasnya Komandan

2 jam lalu

Pria memegang bendera Hizbullah dan Palestina saat pendukung Hizbullah melakukan protes solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Beirut, Lebanon, 27 Oktober 2023. REUTERS/Amr Alfiky/File Foto
Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel untuk Balas Dendam Tewasnya Komandan

Hizbullah menembakkan 250 roket dalam sehari ke Israel, terbanyak sepanjang sejarah. Roket-roket ini untuk membalas dendam kematian komandannya.


Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

18 jam lalu

Sidra, warga Palestina yang berusia 7 tahun yang menjadi korban rudal Israel. FOTO/X Husam Zomlot
Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

PBB mencatat pasukan Israel, Hamas, Rusia dan pihak-pihak berkonflik di Sudan ke dalam daftar hitam atas kekerasan terhadap anak.


Hizbullah Hujani Israel dengan 90 Roket, Balas Kematian Komandannya

20 jam lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Hizbullah Hujani Israel dengan 90 Roket, Balas Kematian Komandannya

Hizbullah mengatakan serangan roket ke Israel merupakan respons terhadap pembunuhan komandannya.


Hizbullah Akui Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Senior di Lebanon

21 jam lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Hizbullah Akui Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Senior di Lebanon

Taleb Abdullah dianggap sebagai komandan paling senior Hizbullah yang dibunuh oleh Israel sejak 7 Oktober


PM Spanyol: Bencana Kemanusiaan di Gaza Merusak Hukum Internasional

22 jam lalu

PM Spanyol Pedro Sanchez. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
PM Spanyol: Bencana Kemanusiaan di Gaza Merusak Hukum Internasional

PM Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa bencana dan konflik kemanusiaan di Gaza "sangat merusak hukum internasional"


Keluarga Ratusan Tentara Israel Desak Anak Mereka Mundur dari Gaza

22 jam lalu

Tentara Israel berjaga dekat truk bantuan kemanusiaan, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, dekat titik Penyeberangan Erez di Gaza utara, 1 Mei 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Keluarga Ratusan Tentara Israel Desak Anak Mereka Mundur dari Gaza

Keluarga ratusan tentara Israel yang sedang berperang di Gaza pada Selasa mendesak putra mereka untuk meletakkan senjata


Moskow Minta Hamas Bebaskan Warga Rusia yang Disandera

22 jam lalu

Warga Palestina mencari korban di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, saat konflik antara Israel dan Hamas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 26 Oktober 2023. Pemboman Israel di Gaza telah menewaskan 50 sandera yang ditangkap dalam penggerebekan militan Hamas pada 7 Oktober lalu, kata surat kabar Kommersant Rusia. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Moskow Minta Hamas Bebaskan Warga Rusia yang Disandera

Komisioner HAM Rusia menyerukan kepada para pejabat badan internasional untuk segera mengambil tindakan guna membebaskan warga Rusia yang masih disandera Hamas.


Kuasa Usaha Kedubes AS Sempat Singgung Kondisi Gaza di Tengah Perayaan Hari Kemerdekaan

1 hari lalu

Charg d'affaires atau kuasa usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia Michael F. Kleine di acara perayaan 248 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Kuasa Usaha Kedubes AS Sempat Singgung Kondisi Gaza di Tengah Perayaan Hari Kemerdekaan

Kuasa usaha Kedubes AS di Indonesia sekilas membahas situasi di Jalur Gaza pada perayaan hari kemerdekaan AS di Jakarta.


HAM PBB Sebut Israel dan Hamas Sama-sama Lakukan Kejahatan Perang

1 hari lalu

Masyarakat yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam dan Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis menggelar aksi stop the war on gaza untuk peringatan 100 hari genosida gaza pada Sabtu, 13 Januari 2024 di Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat. Bertepatan 115 hari agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, massa menuntut genjatan senjata permanen. Dalam perang yang sudah berlangsung 3 bulan 5 hari tersebut, sebanyak 23.708 orang sipil Palestina meninggal dunia, lebih dari 60 ribu orang luka-luka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
HAM PBB Sebut Israel dan Hamas Sama-sama Lakukan Kejahatan Perang

HAM PBB menilai Hamas salah karena sembunyikan sandera di area pemukiman padat penduduk. Sebaliknya, Israel membunuh 270 orang demi bebaskan 4 sandera