Usaha Pembunuhan di Thailand Diduga Melibatkan Oknum Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Bangkok: Kepala militerThailand memastikan bahwa tiga peluru yang digunakan untuk percobaan pembunuhan kepada aktivis politik pekan lalu berasal dari peluru yang biasanya digunakan di unit militer.

    Penyelidik menemukan 20 selongsong peluru di tempat kejadian penembakan Sondhi Limthongkul, yang mendirikan gerakan “Kaos Kuning” untuk memblokade bandara internasional bangkok tahun lalu.

    Jenderal Anupong Paojinda mengatakan tiga dari peluru itu berasal dari senjata M16. “Peluru itu didistribusikan untuk tentara region pertama ke infantry kesembilan,” ujar Anupong. “Sejauh yag saya tahu peluru ini didistribusikan untuk latihan. Bagaimanpun banyak unit di Infantri dan sampai kini masih dalam penyelidikan.”

    Baik Sondi, supir dan ajudannya hanya terluka saat tujuh orang bersenjata memberondong mobil yang dikendarainya. Pelaku dipercaya menggunakan dua truk terbuka dan langusng memberondongkan tembakan di Bangkok, Jum'at.

    Gerakan Aliansi Rakyat untuk Demokrasi menyalahkan tentara di balik penyerangan ini. Tersangkutnya militer dalam kasusu ini juga disebarkan oleh media lokal.


    REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.