Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Negara Asing Sibuk Ungsikan Warganya, Penduduk Sudan Merasa Ditinggalkan

image-gnews
Warga berkumpul saat asap dan api terlihat di jalan-jalan Kartoum, Sudan, di tengah laporan kudeta, 25 Oktober 2021, dalam gambar diam dari video yang diperoleh melalui media sosial. RASD SUDAN NETWORK melalui REUTERS
Warga berkumpul saat asap dan api terlihat di jalan-jalan Kartoum, Sudan, di tengah laporan kudeta, 25 Oktober 2021, dalam gambar diam dari video yang diperoleh melalui media sosial. RASD SUDAN NETWORK melalui REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pertempuran kembali berkobar di Ibu Kota Sudan pada hari Selasa malam, 25 April 2023, meskipun ada deklarasi gencatan senjata yang diputuskan oleh parlemen. Utusan PBB mengatakan gencatan senjata sebagian tetap berlaku meskipun tidak ada tanda bahwa kedua belah pihak siap untuk pembicaraan serius.

Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter (RSF) menyetujui gencatan senjata 72 jam yang dimulai pada hari Selasa setelah negosiasi yang dimediasi oleh AS dan Arab Saudi.

Namun tembakan dan ledakan terdengar setelah malam tiba di Omdurman, salah satu kota kembar Khartoum di Sungai Nil di mana tentara menggunakan drone untuk menargetkan posisi RSF, demikian dilaporkan Reuters.

Tentara juga menggunakan drone untuk mencoba mengusir pasukan parami,liter dari kilang bahan bakar di Bahri, kota ketiga di pertemuan Sungai Nil Biru dan Nil Putih.

Utusan khusus PBB untuk Sudan Volker Perthes mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa bahwa gencatan senjata "tampaknya bertahan di beberapa bagian sejauh ini."

Namun dia mengatakan bahwa tidak ada pihak yang menunjukkan kesiapan untuk "bernegosiasi secara serius, menunjukkan bahwa keduanya berpikir bahwa mengamankan kemenangan militer atas pihak lain adalah mungkin."

"Ini salah perhitungan," kata Perthes, seraya menambahkan bahwa bandara Khartoum beroperasi tetapi landasannya rusak.

Sejak krisis Sudan meletus pada 15 April dan menggagalkan transisi ke demokrasi sipil, paramiliter telah menempatkan diri mereka di distrik pemukiman dan tentara berusaha untuk menyerang mereka dari udara.

Pertempuran telah mengubah daerah pemukiman menjadi medan perang. Serangan udara dan artileri telah menewaskan sedikitnya 459 orang, melukai lebih dari 4.000 orang, menghancurkan rumah sakit dan membatasi distribusi makanan di negara di mana sepertiga dari 46 juta penduduknya bergantung pada bantuan makanan.

Sebuah roket menghantam pusat medis Al-Roumi di Omdurman pada hari Selasa dan meledak di dalam fasilitas tersebut, melukai 13 orang, kata seorang pejabat rumah sakit.

Tahanan dibebaskan

Sebagai tanda lebih lanjut dari memburuknya keamanan, mantan Menteri Sudan Ahmed Haroun, yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Darfur, mengatakan dia dan pejabat lainnya diizinkan meninggalkan penjara Kober.

Menyusul laporan pembobolan penjara dalam beberapa hari terakhir, Haroun mengatakan bahwa kondisi di Kober semakin memburuk. Seorang pengunjuk rasa yang dipenjara di sana mengatakan dalam pernyataan yang diposting online pada hari Minggu bahwa para tahanan telah dibebaskan setelah seminggu tanpa air atau makanan.

Haroun dan pejabat di bawah mantan Presiden Omar al-Bashir yang berkuasa dalam kudeta militer 1989 dan digulingkan dalam pemberontakan rakyat pada 2019. ICC di Den Haag menuduh Haroun mengorganisir milisi untuk menyerang warga sipil dalam sebuah genosida di Darfur pada tahun 2003 dan 2004. Keberadaan Bashir tidak jelas.

Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan salah satu pihak yang bertikai mengambil alih fasilitas kesehatan nasional di Khartoum dan menyatakan keprihatinan tentang potensi rusaknya vaksin campak dan kolera yang disimpan di sana.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Eksodus kedutaan dan pekerja bantuan dari negara terbesar ketiga Afrika itu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa warga sipil yang tersisa akan berada dalam bahaya lebih besar jika kesepakatan gencatan senjata tiga hari sampai Kamis, tidak berlaku.

Tim keamanan nasional Presiden AS Joe Biden terus berbicara dengan para pemimpin militer Sudan untuk mengakhiri pertempuran dan memberikan bantuan kemanusiaan, kata juru bicara Gedung Putih pada hari Selasa.

Pertempuran melumpuhkan rumah sakit dan layanan penting lainnya, dan membuat banyak orang terdampar di rumah mereka dengan persediaan makanan dan air yang semakin menipis.

Dengan mayat berserakan di jalan-jalan, kelompok bantuan internasional Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan tidak bisa mendapatkan pasokan atau personel baru ke Sudan.

Kantor kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan kekurangan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar menjadi "sangat akut", harga melonjak dan telah mengurangi operasi karena alasan keamanan.

Badan pengungsi PBB memperkirakan bahwa ratusan ribu orang akan melarikan diri ke negara tetangga.

Saat pemerintah asing mengevakuasi warga negaranya, warga Sudan yang tidak punya tempat tujuan mengatakan bahwa mereka merasa ditinggalkan.

"Mengapa dunia meninggalkan kami pada saat perang?" kata Sumaya Yassin, 27, menuduh kekuatan asing egois.

Sejak pertempuran meletus, puluhan ribu orang telah pergi ke negara tetangga Chad, Mesir, Ethiopia, dan Sudan Selatan.

Dengan warga sipil meninggalkan Khartoum dengan mobil dan bus, jalan-jalan di salah satu wilayah metropolitan terbesar di Afrika sebagian besar dikosongkan dari kehidupan sehari-hari. Mereka yang masih di kota berkerumun di rumah sementara para milisi dan tentara berkeliaran di luar.

“Tidak ada yang tersisa di gudang, tidak ada air, tidak ada makanan. Orang-orang mulai keluar bersenjata, dengan kapak, dengan tongkat," kata jurnalis Prancis Augustine Passilly melalui telepon ketika dia mencoba menyeberangi perbatasan ke Mesir.

REUTERS

Pilihan editor Anggota Partai Demokrat: Joe Biden Ketuaan untuk Maju Pilpres 2024

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sedikitnya 550 Jemaah Meninggal Selama Ibadah Haji 2024, Mayoritas Warga Mesir

1 hari lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sedikitnya 550 Jemaah Meninggal Selama Ibadah Haji 2024, Mayoritas Warga Mesir

Setidaknya 550 jamaah meninggal selama ibadah haji 2024, 323 diantaranya adalah warga Mesir.


AS Ingin Hindari Eskalasi Perang di Perbatasan Israel-Lebanon

1 hari lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
AS Ingin Hindari Eskalasi Perang di Perbatasan Israel-Lebanon

Presiden AS Joe Biden mengirim seorang utusan khusus, Amos Hochstein, ke Lebanon untuk terlibat dalam upaya pencegahan eskalasi konflik Israel-Hizbullah.


Siapa yang Harus Disalahkan atas Penundaan Gencatan Senjata, Hamas atau Israel?

2 hari lalu

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan Sekretaris Jenderal PIJ Ziad al-Nakhalah membahas tanggapan faksi-faksi Palestina terhadap usulan AS mengenai gencatan senjata di Gaza. (Kantor Media Hamas)
Siapa yang Harus Disalahkan atas Penundaan Gencatan Senjata, Hamas atau Israel?

Pemerintahan Biden bersikeras bahwa Israel ikut terlibat, namun sikap mengelak Israel menyoroti kontradiksi dari setiap kesepakatan.


32 Tahun Mohamed Salah Pemain Mesir Bersinar di Liverpool

4 hari lalu

Pemain Liverpool Mohamed Salah. REUTERS/Carl Recine
32 Tahun Mohamed Salah Pemain Mesir Bersinar di Liverpool

Karier sepak bola Mohamed Salah kapten Timnas Mesir ini terus bersinar bersama Liverpool di usianya yang ke-32.


Top 3 Dunia; Ukraina Tolak Tawaran Gencatan Senjata dari Vladimir Putin dan Kate Middleton Muncul ke Publik

4 hari lalu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky duduk di jet tempur F-16 di Pangkalan Udara Skrydstrup di Vojens, Denmark, 20 Agustus 2023. Zelensky senang mendapat jet tempur F-16 buatan Amerika dari Belanda dan Denmark. Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS
Top 3 Dunia; Ukraina Tolak Tawaran Gencatan Senjata dari Vladimir Putin dan Kate Middleton Muncul ke Publik

Top 3 dunia pada 15 Juni 2024, diantaranya berita Volodymyr yang menolak proposal gencatan senjata yang disorongkan Vladimir Putin


Ukraina Tolak Usulan Gencatan Senjata Terbaru Putin: Manipulatif dan Tidak Masuk Akal!

5 hari lalu

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 21 September 2023. REUTERS/Kevin Lamarque
Ukraina Tolak Usulan Gencatan Senjata Terbaru Putin: Manipulatif dan Tidak Masuk Akal!

Ukraina menolak usulan gencatan senjata yang dilontarkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat


Putin Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Asalkan Kyiv Tarik Pasukan dari 4 Wilayah

5 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara minum teh bersama Presiden Cina Xi Jinping di taman Zhongnanhai Beijing, Cina 16 Mei 2024. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Putin Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Asalkan Kyiv Tarik Pasukan dari 4 Wilayah

Putin mengusulkan gencatan senjata dengan syarat penarikan pasukan Kyiv dari empat wilayah Ukraina yang diklaim oleh Moskow.


Otoritas Palestina Siap Kendalikan Pos Pemeriksaan Rafah di Gaza

6 hari lalu

Warga Palestina membawa barang-barangnya saat melarikan diri dari Rafah akibat operasi militer Israel, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 28 Mei 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Otoritas Palestina Siap Kendalikan Pos Pemeriksaan Rafah di Gaza

Israel menolak mengizinkan Otoritas Palestina mengoperasikan pos pemeriksaan Rafah di Gaza


2.500 Warga Palestina di Gaza Gagal Berhaji Tahun 2024 akibat Agresi Israel

6 hari lalu

Umat Muslim berdoa di Bukit Jabal Nur, menjelang ibadah haji di kota suci Mekah, Arab Saudi, 11 Juni 2024. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril di Gua Hira yang berada di Jabal Nur. REUTERS/Mohammed Torokman
2.500 Warga Palestina di Gaza Gagal Berhaji Tahun 2024 akibat Agresi Israel

Agresi Israel ke Jalur Gaza menyebabkan ribuan warga Palestina gagal berhaji tahun ini.


10 Kota Paling Indah di Afrika, Cocok untuk Liburan

6 hari lalu

Benua Afrika. Foto: Canva
10 Kota Paling Indah di Afrika, Cocok untuk Liburan

Afrika bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang bagus. Berikut ini kota paling indah di Afrika yang bisa Anda kunjungi saat liburan.