Kanselir Jerman Olaf Scholz Sarankan Dunia Hindari Perang Dingin

Reporter

Pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) dan kandidat teratas untuk kanselir Olaf Scholz dan wakil pemimpin partai Saskia Esken bereaksi setelah exit poll pertama untuk pemilihan umum di Berlin, Jerman, 26 September 2021. [REUTERS/Wolfgang Rattay]

TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Olaf Scholz memperingatkan agar jangan menciptakan Perang Dingin baru dengan membagi dunia menjadi blok-blok. Scholz juga menyerukan agar ada upaya untuk membangun kemitraan baru.

Menurut Scholz, negara-negara Barat harus membela nilai-nilai demokrasi dan melindungi masyarakat terbuka. Tetapi, mereka juga harus menghindari godaan untuk agar jangan membagi dunia menjadi blok-blok.

"Ini berarti, kita melakukan segala upaya untuk membangun kemitraan baru, secara pragmatis dan tanpa buta ideologi,” kata Scholz, dalam sebuah tulisan opini di majalah Foreign Affairs, yang diterbitkan online pada Senin, 5 Desember 2022.

Baca juga: Moskow Kecolongan, Drone Ukraina Serang Pangkalan Udara Nuklir Rusia

Foto udara yang menunjukkan bangunan apartemen yang hancur akibat serangan Rusia di Borodyanka, Ukraina, 3 Maret 2022. Sejak meluncurkan operasi militer pada 24 Februari 2022, Rusia telah memborbardir sejumlah kota di Ukraina. REUTERS/Maksim Levin

Kanselir Scholz menunjuk Cina dan Rusia secara khusus, sebagai dua negara yang menjadi ancaman bagi dunia multipolar, yang membutuhkan persatuan Eropa dan transatlantik yang lebih kuat untuk mengatasinya.

Scholz dalam tulisan opininya juga mengingatkan kemitraan transatlantik tetap penting dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh ancaman serangan potensial Rusia di wilayah sekutu. Bukan hanya itu, peralihan Cina ke arah isolasi dan pendekatannya ke Taiwan, mengharuskan Eropa dan Amerika Utara membentuk kemitraan baru dan lebih kuat bersama negara-negara di seluruh dunia.

 "Jerman berniat menjadi penjamin keamanan Eropa seperti yang diharapkan oleh sekutu kita, pembangun jembatan di dalam Uni Eropa dan pendukung solusi multilateral untuk masalah global," tulis Scholz.

Reuters | Nugroho Catur Pamungkas

Baca juga: Putin Tegur Kanselir Jerman soal Bantuan Senjata ke Ukraina

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

7 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

7 jam lalu

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama terkait pengintegrasian kelas bahasa Jerman ke dalam kurikulum program studi keperawatan


Selalu Dihantui Rasa Lelah, Prilly Latuconsina Berusaha Nikmati Hidup Lewat Cara Ini

10 jam lalu

Selalu Dihantui Rasa Lelah, Prilly Latuconsina Berusaha Nikmati Hidup Lewat Cara Ini

Prilly Latuconsina merasa seperti hidup kembali setelah melakukan berbagai hal sederhana yang biasa tidak bisa dilakukannya karena sibuk bekerja.


Kisah Pemburu Nazi: Tak Akan Berhenti, meski Tersangka Sudah Makin Renta

3 hari lalu

Kisah Pemburu Nazi: Tak Akan Berhenti, meski Tersangka Sudah Makin Renta

Pemburu Nazi tetap berharap pelaku Holocaust mendapat hukuman berat, bahkan ketika para tersangka tersisa banyak yang sekarang berusia akhir 90-an


Pasukan Rusia Pelajari Cara Kalahkan Tank Leopard 2 dan Abrams

4 hari lalu

Pasukan Rusia Pelajari Cara Kalahkan Tank Leopard 2 dan Abrams

Pasukan Rusia sedang mempelajari cara menghancurkan tank Leopard 2 dan M1 Abrams, yang akan dikirim Barat ke Ukraina, dengan pelatihan khusus


Top 3 Dunia: Putin Abaikan Tank Jerman, Indonesia Jadi Contoh Cina

4 hari lalu

Top 3 Dunia: Putin Abaikan Tank Jerman, Indonesia Jadi Contoh Cina

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 26 Januari 2023 diawali oleh kabar Putin ogah berkomentar tentang keputusan Jerman mengirim tank ke Ukraina


Membandingkan Tank Abrams dan Leopard 2 untuk Ukraina, Ini Spesifikasinya

4 hari lalu

Membandingkan Tank Abrams dan Leopard 2 untuk Ukraina, Ini Spesifikasinya

Jerman dan Rusia menyumbangkan tank Leopard 2 dan Abrams untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia.


Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

5 hari lalu

Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

Harga emas dunia mencapai US$ 1.934,6 per troy ounce. Harga itu berdasarkan perdagangan pasar Eropa pukul 20.20 WIB.


Peroleh Tank Leopard 2 dari Jerman, Ukraina Dihujani Rudal Rusia

5 hari lalu

Peroleh Tank Leopard 2 dari Jerman, Ukraina Dihujani Rudal Rusia

Rusia meluncurkan rentetan rudal ke Ukraina, sehari setelah Kyiv mengamankan janji Barat untuk memperoleh puluhan tank medan perang modern Leopard 2


Diduga Mata-mata Rusia, Warga Jerman Dibekuk di Bandara Munich

5 hari lalu

Diduga Mata-mata Rusia, Warga Jerman Dibekuk di Bandara Munich

Pemerintah Jerman dilaporkan mengusir 40 "mata-mata" Rusia pada April, menurut badan intelijen domestik.