Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Berdarah

Reporter

Demonstran memprotes kematian perempuan Iran, Mahsa Amini, di Berlin, Jerman, 22 Oktober 2022. REUTERS/Christian Mang

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Iran dikabarkan membubarkan polisi moral setelah lebih dari dua bulan dilanda protes yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini. Aktivis perempuan berusia 22 tahun asal Kurdi itu meninggal pada 16 September, tiga hari setelah ditangkap polisi moral di Teheran.

Baca: Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

Sejak kematian Mahsa Amini, protes melanda Iran. Demonstran yang kebanyakan adalah perempuan, membakar penutup kepala wajib jilbab dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Semakin banyak wanita yang menahan diri untuk tidak mengenakan jilbab, khususnya di beberapa bagian Teheran.

"polisi moral tidak ada hubungannya dengan peradilan dan telah dihapuskan," kata Jaksa Agung Mohammad Jafar Montazeri seperti dikutip kantor berita ISNA. Komentarnya muncul di sebuah konferensi agama ketika dia menjawab pertanyaan tentang mengapa polisi moral ditutup, menurut laporan tersebut. 

Langkah itu merupakan hal yang langka untuk menyikapi gerakan protes. Pihak berwenang Iran mengakui efek demoralisasi dari krisis ekonomi yang dipicu oleh sanksi AS.

"Cara terbaik untuk menghadapi kerusuhan adalah dengan memperhatikan tuntutan nyata rakyat," kata juru bicara dewan presidium parlemen Seyyed Nezamoldin Mousavi. 

Berita itu ditanggapi dengan skeptis oleh beberapa orang Iran di media sosial. Mereka menyatakan ketakutannya bahwa peran polisi moral akan diambil alih oleh unit lain. Pengguna internet Iran lainnya menunjukkan bahwa tekanan sosial yang kuat tetap ada di dalam negeri.

Sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Iran yang didukung AS, pihak berwenang telah memantau kepatuhan terhadap aturan berpakaian yang ketat bagi perempuan dan laki-laki. Namun di bawah presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad, polisi moral, yang secara formal dikenal sebagai Gasht-e Ershad atau "Patroli Bimbingan," didirikan untuk menyebarkan budaya kesopanan dan hijab.

Unit-unit tersebut didirikan oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan Iran, yang saat ini dipimpin oleh Presiden Ebrahim Raisi. Mereka memulai patroli pada 2006 untuk menegakkan aturan berpakaian yang juga mewajibkan perempuan untuk memakai pakaian panjang dan melarang celana pendek, jins robek, dan pakaian lain yang dianggap tidak sopan.

Pengumuman penghapusan unit polisi moral itu dilakukan sehari setelah Montazeri mengatakan bahwa parlemen dan kehakiman sedang membahas aturan soal kewajiban perempuan mengenakan hijab untuk menutupi kepala mereka. Iran berencana mengubah aturan itu. 

Simak: AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

CHANNEL NEWS ASIA 






Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

1 hari lalu

Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

Sebanyak 53 orang, termasuk diplomat dan keluarga mereka, menaiki sebuah pesawat khusus dari Iran ke Azerbaijan


Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

2 hari lalu

Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

Kementerian Pertahanan Iran berhasil menangkal serangan drone ke fasilitas militer, meski belum diketahui dalang serangan


Kedutaan Azerbaijan di Iran Diserang dengan Senapan Kalashnikov, Seorang Kepala Keamanan Tewas

4 hari lalu

Kedutaan Azerbaijan di Iran Diserang dengan Senapan Kalashnikov, Seorang Kepala Keamanan Tewas

Serangan terhadap misi diplomatik Azerbaijan di Iran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di antara negara mayoritas Syiah itu.


Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

7 hari lalu

Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

Iran menyambut positif niat Arab Saudi yang ingin memulihkan hubungan dengan Tehran.


AS - Israel Gelar Latihan Militer Bersama Terbesar, Kirim Sinyal ke Iran

7 hari lalu

AS - Israel Gelar Latihan Militer Bersama Terbesar, Kirim Sinyal ke Iran

Amerika Serikat dan Israel akan melakukan latihan militer gabungan yang berlangsung besar-besaran.


Iran dan Korea Selatan Tegang Gara-gara Ucapan Presiden Yoon Seok-youl

11 hari lalu

Iran dan Korea Selatan Tegang Gara-gara Ucapan Presiden Yoon Seok-youl

Iran dan Korea Selatan sama-sama saling memanggil Duta Besarnya buntut dari ucapan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-youl.


Festival Film Internasional Berlin Tambah Aturan Baru, Delegasi Rusia dan Iran Dilarang Hadir

12 hari lalu

Festival Film Internasional Berlin Tambah Aturan Baru, Delegasi Rusia dan Iran Dilarang Hadir

Festival Film Internasional Berlin melarang delegasi film, perusahaan, dan media yang memiliki hubungan langsung dengan pemerintah Rusia dan Iran.


Aktris Amir Ebrahimi Filmkan Pembunuhan Pelacur Iran dalam Thriller 'Holy Spider'

12 hari lalu

Aktris Amir Ebrahimi Filmkan Pembunuhan Pelacur Iran dalam Thriller 'Holy Spider'

Aktris Zar Amir Ebrahimi, yang melarikan diri ke Prancis, menyalurkan pengalamannya sendiri tentang Iran dalam film thriller 'Holy Spider'


Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Pakai Bahan Baku dari Iran

13 hari lalu

Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Pakai Bahan Baku dari Iran

Tersangka pembuat liquid vape mengandung sabu, Muhammad Rafik Khairulah alias MRK, menggunakan bahan impor dari Iran.


Warga Negara Jerman Dikabarkan Ditahan karena Memfoto Kilang Minyak Iran

13 hari lalu

Warga Negara Jerman Dikabarkan Ditahan karena Memfoto Kilang Minyak Iran

Media mewartakan satu warga negara Jerman ditahan saat sedang memotret kilang minyak Iran di Provinsi Khuzestan