AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Demonstran etnis Uighur menggelar aksi protes di depan konsulat Cina di Istanbul, Turki, 30 November 2022. Urumqi, Xinjiang adalah rumah bagi 10 juta warga muslim Uighur di Cina. REUTERS/Dilara Senkaya

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat memasukkan China, Iran, dan Rusia dalam satu kelompok dengan Korea Utara dan Myanmar yaitu negara-negara yang terlibat atau mentolerir pelanggaran berat berdasarkan Undang-undang Kebebasan Beragama

"Di seluruh dunia, pemerintah dan aktor non-negara melecehkan, mengancam, memenjarakan, dan bahkan membunuh individu karena keyakinan mereka. Amerika Serikat tidak akan tinggal diam menghadapi pelanggaran ini," kata Menlu AS, Antony Blinken dalam pernyataan, Jumat, 2 Desember 2022.

Blinken menambahkan, Washington akan menyambut baik kesempatan untuk bertemu dengan semua pemerintah untuk menguraikan langkah-langkah konkret untuk dihapus dari daftar.

Washington telah meningkatkan tekanan pada Iran atas penumpasan brutal terhadap pengunjuk rasa. Paska-kematian Mahsa Amini, perempuan di Iran menginisiasi demonstrasi anti-rezim yang menandai salah satu pembangkangan paling berani terhadap Republik Islam sejak revolusi 1979.

PBB mengatakan lebih dari 300 orang tewas sejauh ini dan 14.000 ditangkap dalam protes yang dimulai setelah kematian wanita Kurdi berusia 22 tahun tersebut, yang ditahan karena "pakaian tidak pantas."

Pakar PBB juga telah meminta mayoritas Muslim Syiah Iran untuk menghentikan penganiayaan dan pelecehan terhadap agama minoritas dan mengakhiri penggunaan agama untuk membatasi pelaksanaan hak-hak dasar. Komunitas Baha'i adalah salah satu minoritas agama yang dianiaya paling parah di Iran, dengan peningkatan tajam dalam penangkapan dan sasaran serangan tahun ini.

Para ahli AS menyebut sebagai kebijakan yang lebih luas untuk menargetkan perbedaan keyakinan atau praktik keagamaan, termasuk pemeluk Kristen dan ateis.

Sedangkan terhadap Beijing, Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan serius tentang hak asasi manusia di wilayah Xinjiang, China barat, yang merupakan rumah bagi 10 juta warga Uyghur. Kelompok hak asasi dan pemerintah Barat telah lama menuduh Beijing melakukan pelanggaran terhadap etnis minoritas yang sebagian besar Muslim, termasuk kerja paksa di kamp-kamp interniran.

Amerika Serikat menuduh China melakukan genosida. Beijing dengan keras menyangkal adanya pelanggaran.

Kuba, Eritrea, Nikaragua, Pakistan, Arab Saudi, Tajikistan, dan Turkmenistan. Aljazair, Republik Afrika Tengah, Komoro, dan Vietnam ditempatkan dalam daftar pantauan. 

Beberapa kelompok, termasuk Wagner yang bersekutu dengan Kremlin, juga masuk dalam perhatian khusus. Kelompok Wagner adalah sebuah organisasi paramiliter swasta yang aktif di Suriah, Afrika, dan Ukraina. Blinken menyebut mereka dicatat atas aktivitasnya di Republik Afrika Tengah.

Undang-Undang Kebebasan Beragama AS yang disahkan pada 1998 mewajibkan presiden melalui menteri luar negeri untuk memberikan perhatian khusus kepada negara-negara yang dianggap melanggar kebebasan beragama secara sistematis dan berkelanjutan. Tindakan tersebut memberi Blinken berbagai tanggapan kebijakan, termasuk sanksi atau keringanan.

REUTERS






Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

46 menit lalu

Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

Ukraina akan menerima bantuan tank Barat termasuk tank Leopard 2 untuk perang melawan Rusia.


Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

2 jam lalu

Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

China menentang Amerika Serikat yang menyalahgunakan alasan keamanan nasional untuk menekan perusahaan China, seperti Huawei secara tidak wajar.


China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

12 jam lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

12 jam lalu

Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

Menlu AS Antony Blinken menegaskan kembali dukungan Washington untuk solusi dua negara atas konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.


IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

13 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

13 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

15 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

16 jam lalu

Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro masuk ke AS dengan visa kunjungan pemimpin dunia yang berakhir pada Selasa 31 Januari 2023


Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

17 jam lalu

Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

Orang-orang kaya China banyak yang menganggap Singapura ideal untuk memarkir kekayaan mereka dalam bentuk properti.


Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

18 jam lalu

Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

Jasad turis Arab Saudi yang hilang, Abdulrahman Al-Anazi, ditemukan pada Senin pagi di Danau Erie di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat