Bocorkan Data Pasien Aborsi dan HIV, Hacker Tuntut Rp100,8 M ke Asuransi Australia

Reporter

Ilustrasi Hacker atau Peretas. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang hacker telah menuntut hampir Aus$10 juta atau sekitar Rp100,8 miliar untuk berhenti membocorkan catatan medis warga Australia, dalam salah satu serangan dunia maya terburuk di negara itu.

Baca juga: Hacker Ancam Bocorkan Data Medis 9,7 Juta Warga Australia

Dalam sebuah pesan yang diposting di web gelap pada Kamis 10 November 2022 seperti dilansir Al Jazeera, hacker mengatakan bahwa mereka menuntut Aus$1 dari Medibank, perusahaan asuransi kesehatan swasta terbesar di Australia, untuk masing-masing dari 9,7 juta pelanggan yang terkena dampak pelanggaran data besar bulan lalu.

Hacker itu juga memposting informasi yang menghubungkan klien dengan program aborsi mereka, setelah awal pekan ini merilis "daftar nakal" untuk menunjukkan kline yang menerima perawatan untuk kecanduan, masalah kesehatan mental, dan HIV.

CEO Medibank David Koczkar pada Kamis mengutuk tindakan hacker ini sebagai "memalukan" sambil mengulangi permintaan maaf kepada pelanggan.

“Kami tetap berkomitmen untuk berkomunikasi secara penuh dan transparan dengan pelanggan dan kami akan menghubungi pelanggan yang datanya telah dirilis di web gelap,” kata Koczkar.

“Persenjataan informasi pribadi orang-orang dalam upaya memeras pembayaran adalah berbahaya, dan itu adalah serangan terhadap anggota komunitas kami yang paling rentan.”

Medibank telah menolak untuk membayar uang tebusan, mengutip saran dari pakar kejahatan dunia maya bahwa hal itu tidak akan memastikan kembalinya informasi pelanggan. Selain itu, hal ini dapat membahayakan lebih banyak orang dengan menjadikan Australia sebagai target yang lebih besar.

Media lokal telah menghubungkan forum web gelap yang digunakan untuk memposting data yang diretas ke kelompok kejahatan REvil. Forum web ini menurut pihak berwenang Rusia ditutup awal tahun atas permintaan Amerika Serikat.

Polisi Federal Australia, yang sedang menyelidiki serangan siber, telah memperingatkan bahwa mengunduh atau bahkan hanya mengakses data bisa menjadi pelanggaran pidana.

Menteri Dalam Negeri Clare O'Neil menggambarkan para peretas sebagai "penjahat bajingan". "Saya tidak bisa mengungkapkan rasa jijik yang saya miliki terhadap bajingan yang berada di jantung tindakan kriminal ini," kata O'Neil kepada parlemen, Rabu.

Serangan siber, yang pertama kali terungkap bulan lalu, adalah yang terbaru dari serangkaian pelanggaran data besar yang mengguncang Australia. Optus, penyedia telekomunikasi terbesar kedua di Australia, mengumumkan pada September bahwa data hingga 10 juta pelanggan telah dikompromikan dalam serangan siber terhadap perusahaan.

Baca juga: Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia 

AL JAZEERA






OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

7 jam lalu

OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

OJK mengatakan sudah memeriksa Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang diajukan PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life / PT AJK).


OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

8 jam lalu

OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

OJK menegaskan Tim Likuidasi yang dibentuk usai Wanaartha Life dicabut izin usahanya telah sesuai aturan yang berlaku. Begini penjelasannya.


Australia Ganti Gambar Ratu Elizabeth pada Uang Kertas A$5

15 jam lalu

Australia Ganti Gambar Ratu Elizabeth pada Uang Kertas A$5

Gambar tersebut akan digantikan dengan desain baru yang menghormati sejarah peradaban tertua di dunia yang ada di Australia.


Australia Temukan Kapsul Radioaktif yang Hilang

1 hari lalu

Australia Temukan Kapsul Radioaktif yang Hilang

Misi menemukan kapsul radioaktif ini diibaratkan sebagai mencari jarum di tumpukan jerami.


Ini Isi Kapsul Seujung Jari yang Tercecer dan Bikin Australia Pusing

1 hari lalu

Ini Isi Kapsul Seujung Jari yang Tercecer dan Bikin Australia Pusing

Kapsul kecil berdiameter 6 mm dan panjang 8 mm membuat Australia pusing karena berisi radioaktif dan tercecer di jalan sepanjang 1.400 km.


Kominfo Punya Pelatihan Khusus Cyber Security untuk Keamanan Infrastruktur Digital

2 hari lalu

Kominfo Punya Pelatihan Khusus Cyber Security untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Kominfo memiliki pelatihan khusus mengenai cyber security. Pelatihan itu digelar untuk meningkatkan keamanan infrastruktur digital.


Kapsul Radioaktif Rio Tinto Hilang, Badan Nuklir Australia Lakukan Pencarian

2 hari lalu

Kapsul Radioaktif Rio Tinto Hilang, Badan Nuklir Australia Lakukan Pencarian

Badan Perlindungan Radiasi dan Keselamatan Nuklir Australia turut mencari kapsul radioaktif milik Rio Tinto yang hilang


Perusahaan Australia Tawarkan Pembiayaan Motor Listrik Terjangkau di Indonesia

2 hari lalu

Perusahaan Australia Tawarkan Pembiayaan Motor Listrik Terjangkau di Indonesia

Perusahaan fintech Australia SkyCredit Group dilaporkan ingin masuk segmen pembiayaan motor listrik di Indonesia.


Kemiskinan Ekstrem di DKI Naik Jadi 95.668 Orang, BKKBN: Mestinya Enggak Ada Lagi

2 hari lalu

Kemiskinan Ekstrem di DKI Naik Jadi 95.668 Orang, BKKBN: Mestinya Enggak Ada Lagi

Seharusnya tidak ada kemiskinan ekstrem di Jakarta, bantuan sudah banyak.


Hasil Rapat DKI: Seharusnya Tak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem, Heru Budi Sampaikan Fenomena

2 hari lalu

Hasil Rapat DKI: Seharusnya Tak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem, Heru Budi Sampaikan Fenomena

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat angka kemiskinan ekstrem di Jakarta mencapai 95.668 jiwa per Maret 2022.