Hindari Razia Imigrasi Malaysia, WNI Lompat dari Lantai 4

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Imigran yang dikumpulkan oleh Departemen Imigrasi saat penggerebekan imigrasi, setelah program kalibrasi untuk pemulangan imigran tidak berdokumen di Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia 1 Juli 2022. REUTERS/Hasnoor Hussain

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga negara Indonesia melompat dari lantai empat sebuah bangunan di Komplek Halte Kajang, Petaling Jaya, Malaysia, untuk menghindari razia imigrasi, Senin malam, 8 Agustus 2022.

Pria itu tersangkut di atap lantai dua setelah melompat dari jendela rumah kontrakan yang dia tinggali bersama dua temannya sesama WNI, sebelum jatuh ke lantai dasar dan mencoba melarikan diri ke semak-semak di dekatnya, tetapi bisa ditangkap oleh penegak hukum.

Akibat jatuh dari ketinggian itu, kaki kanannya diyakini patah. Pegawai bangunan berusia 27 tahun itu mengaku masuk ke Malaysia tiga tahun lalu dan kabur karena paspornya habis Desember lalu, demikian dilaporkan Free Malaysia Today, Selasa.

Dirjen Imigrasi Khairul Dzaimee Daud mengatakan, pihaknya memeriksa 425 WNA di 134 rumah tinggal terdiri atas enam blok bangunan, dengan 132 laki-laki, 41 perempuan, serta anak laki-laki dan perempuan asing ditahan. Semuanya berusia antara dua hingga 55 tahun.

"Mereka yang ditahan meliputi 115 warga negara Myanmar, 33 warga negara Indonesia, 13 warga negara Bangladesh, sembilan warga Nepal, empat warga Sri Lanka dan satu warga negara India," katanya menurut laporan Harian Metro.

Khairul Dzaimee mengatakan, pihaknya sudah lama mengamati Komplek Halte Kajang karena banyak warga asing, antara lain dari Indonesia, Myanmar, Bangladesh, dan India, berdomisili di kawasan tersebut.

Di antara orang asing tersebut, kata dia, sebagian pencari suaka Myanmar, yakni suku Shan yang memiliki surat dari United Nations High Commission for Refugees (UNHCR) dan memiliki keluarga di sini.

Ia mengatakan, sebagian besar WNA yang ditangkap bekerja sebagai petugas kebersihan, asisten restoran, pekerja pabrik dan toko di sekitarnya.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ditemukan Kartu Tanda Kunjungan Kerja Sementara (PLKS) palsu di sektor manufaktur dan pemegang kartu UNHCR etnis Rakhine yang membawa imigran gelap untuk tinggal bersama.

Ia mengatakan, sebagian besar yang ditahan diyakini masuk ke Malaysia melalui pelabuhan di Johor.

"Mereka yang ditahan dibawa ke Depot Detensi Imigrasi Semenyih untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian 1959/63 dan Peraturan Keimigrasian 1963."






Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

7 jam lalu

Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah merampungkan konversi dua dari tiga pesawat CN235-220 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) itu.


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

11 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

12 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

12 jam lalu

Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

Keputusan Malaysia untuk abstain dari pemungutan suara dalam sidang Dewan HAM PBB tentang Uyghur adalah mengecewakan dan memalukan.


Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

12 jam lalu

Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

Berikut pertanyaan yang paling sering ditanyakan saat membuat paspor untuk kepentingan berlibur, pendidikan dan bekerja. Apa saja?


Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

14 jam lalu

Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

Pemerintah Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk tidak beracun.


PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

1 hari lalu

PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan dia mungkin akan mengusulkan tanggal pembubaran parlemen dalam pertemuannya dengan Raja Al-Sultan Abdullah.


Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

1 hari lalu

Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi tidak ada korban WNI yang menjadi korban penembakan massal di Thailand.


Simak Tips Bagi Pemohon Paspor Saat Jalani Sesi Wawancara

1 hari lalu

Simak Tips Bagi Pemohon Paspor Saat Jalani Sesi Wawancara

Selain proses penyerahan dokumen yang dibutuhkan, pemohon paspor harus mengikuti sesi wawancara dengan petugas imigrasi.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.