Badai Omicron, Kasus COVID-19 di Australia Naik Hampir 400 Ribu dalam Dua Hari

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kesehatan menunggu kendaraan berikutnya di klinik pengujian penyakit virus corona (COVID-19) saat varian virus corona Omicron terus menyebar di Sydney, Australia, 30 Desember 2021. REUTERS/Nikki Short

    Petugas kesehatan menunggu kendaraan berikutnya di klinik pengujian penyakit virus corona (COVID-19) saat varian virus corona Omicron terus menyebar di Sydney, Australia, 30 Desember 2021. REUTERS/Nikki Short

    TEMPO.CO, Jakarta -Australia pada Kamis 13 Januari 2022 melaporkan lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Hanya dalam dua hari, jumlah kasus di Benua Kanguru itu bertambah hampir 400 ribu kasus. Hal ini membuat rumah sakit kewalahan dengan jumlah pasien rawat inap yang terus melonjak.

    Setelah berhasil menahan virus di awal pandemi, Australia melaporkan satu juta kasus selama dua minggu terakhir pada Selasa lalu. Hal ini karena warga perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan virus corona di tengah pembatasan yang lebih sedikit.

    Namun, hanya dalam dua hari, pemerintah Australia mencatat total infeksi yang terdeteksi sejak pandemi mulai mendekati 1,4 juta.

    Lebih dari 147 ribu kasus baru telah hari ini dicatat di Australia, dengan sekitar 92 ribu kasus di negara bagian terpadat New South Wales (NSW). Jumlah termasuk tumpukan hasil positif pada tes mandiri di rumah sejak awal Januari lalu.

    Lonjakan pasien di rumah sakit dan pasien yang dirawat di perawatan intensif berada pada tingkat tertinggi selama pandemic. Namun, pihak berwenang mengatakan sistem kesehatan masih dapat mengatasi peningkatan kasus COVID-19.

    Sebanyak 53 kematian baru telah dilaporkan di Australia sejauh ini, dengan jumlah kematian tertinggi berada di NSW dengan 22 korban jiwa. Kendati demikian, tingkat kematian COVID-19 selama gelombang Omicron lebih rendah daripada wabah sebelumnya akibat varian Delta di Australia.

    Saat ini, lebih dari 92 persen orang di atas 16 tahun telah menerima vaksin dosis ganda dan jumlah penerima vaksin booster meningkat.

    Di tengah tekanan pada rantai pasokan, otoritas negara bagian Victoria pada hari ini membebaskan lebih banyak pekerja dari persyaratan karantina kendati melakukan kontak dekat dengan penderita COVID-19. Staf di layanan darurat, pendidikan, dan transportasi dapat kembali bekerja jika mereka bebas gejala.

    "Tidak ada perbaikan cepat untuk ini," kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews selama konferensi media. "Ini adalah perubahan akal sehat, mereka akan membantu tetapi itu bukan segalanya, tidak ada solusi sederhana."

    Langkah Victoria dilakukan menjelang pertemuan kabinet nasional - kelompok pemimpin federal dan negara bagian – yang akan berlangsung hari ini. Perdana Menteri Australia Scott Morrison dijadwalkan akan mengusulkan langkah-langkah untuk mengurangi tekanan pada rantai pasokan bisnis.

    Sementara Negara Bagian Queensland hari ini juga memutuskan untuk membuka sepenuhnya perbatasan domestiknya untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Para pelancong di negara bagian Barat Australia itu kini tidak diharuskan membawa pass perbatasan dan hasil COVID-19 negatif.

    Baca juga: Naik Dua Kali Lipat dalam Sepekan, Kasus COVID-19 Australia Tembus 1 Juta

    SUMBER : CHANNEL NEWSASIA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.