Kepolisian Selidiki Dugaan Motif Terorisme dalam Pembunuhan Parlemen Inggris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang anggota forensik memasuki lokasi di mana anggota parlemen Inggris David Amess ditikam di Leigh-on-Sea, Inggris, 15 Oktober 2021. [REUTERS/Andrew Couldridge]

    Seorang anggota forensik memasuki lokasi di mana anggota parlemen Inggris David Amess ditikam di Leigh-on-Sea, Inggris, 15 Oktober 2021. [REUTERS/Andrew Couldridge]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Inggris sedang menyelidiki kemungkinan motif terorisme atas penikaman terhadap seorang anggota parlemen Inggris di gereja pada Jumat.

    David Amess, 69 tahun, dari Partai Konservatif Perdana Menteri Boris Johnson, ditikam berulang kali dalam serangan tengah hari di Gereja Metodis Belfairs di Leigh-on-Sea, timur London.

    Seorang pria berusia 25 tahun ditangkap di tempat kejadian karena dicurigai melakukan pembunuhan, dan detektif mengatakan petugas spesialis kontra-terorisme dari Kepolisian London memimpin penyelidikan awal mereka, dikutip dari Reuters, 16 Oktober 2021.

    Para politisi Inggris menggambarkan serangan itu sebagai serangan terhadap demokrasi.

    "David adalah orang yang sangat percaya pada negara ini dan masa depannya, dan hari ini kita telah kehilangan seorang pegawai negeri yang baik dan seorang teman dan kolega yang sangat kita cintai," kata Boris Johnson, yang bergegas kembali ke London dari barat Inggris setelah berita itu tersiar.

    Polisi bersenjata menyerbu gereja dan paramedis berjuang untuk menyelamatkan nyawa anggota parlemen di lantai gereja.

    "Tragisnya, dia meninggal di tempat kejadian," kata Kepala Polisi Essex Constable Ben-Julian Harrington. Dia mengatakan polisi pada saat kejadian tidak memprediksi ada ancaman langsung terhadap korban.

    "Ini akan menjadi tugas penyelidik untuk menentukan apakah ini mungkin insiden teroris atau tidak. Seperti biasa mereka akan tetap berpikiran terbuka," katanya.

    Dia tidak memberikan rincian lain tentang kemungkinan motif pembunuhan itu. Ini adalah serangan fatal kedua terhadap seorang anggota parlemen Inggris di daerah pemilihan mereka dalam lima tahun terakhir.

    The Daily Telegraph melaporkan pria yang ditangkap itu diyakini berkebangsaan Somalia.

    Anggota Parlemen Inggris David Amess [UK Parliament/via REUTERS]

    Rekan-rekan dari seluruh parlemen Inggris menyatakan belasungkawa dan memberi penghormatan kepada David Amess, salah satu anggota parlemen terlama di Inggris yang mengadakan pertemuan rutin dengan para pemilih pada Jumat pertama dan ketiga setiap bulan. Rekan-rekan parlemen mengatakan dia rajin menunaikan tugasnya di daerah setempat.

    Bendera di semua gedung pemerintah Inggris akan dikibarkan setengah tiang sebagai penghormatan kepada David Amess.

    Amess, menikah dengan lima anak, pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen untuk mewakili Basildon pada 1983, dan kemudian Southend West pada 1997. Dia dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu Elizabeth untuk pelayanan publiknya pada 2015.

    Situs webnya mencantumkan minat utamanya untku masalah kesejahteraan hewan dan pro-kehidupan. Dia populer di kalangan anggota parlemen dan dikenal karena kontribusi aktifnya dalam debat, sering kali tentang masalah yang berkaitan dengan konstituen Essex atau hak-hak kesejahteraan binatang yang dia perjuangkan.

    Dalam kontribusi politik terakhirnya ke House of Commons bulan lalu, anggota parlemen Inggris itu meminta debat tentang kesejahteraan hewan.

    Baca juga: Guru Perempuan di Inggris Tewas Dibunuh

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.