Guru Perempuan di Inggris Tewas Dibunuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga London berduka mengenang tewasnya Sabina Nessa, 28 tahun, guru yang dibunuh saat mau pulang ke rumah pada 17 September 2021 lalu. Sumber: Reuters

    Warga London berduka mengenang tewasnya Sabina Nessa, 28 tahun, guru yang dibunuh saat mau pulang ke rumah pada 17 September 2021 lalu. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Inggris pada Minggu, 26 September 2021, menahan seorang laki-laki atas dugaan melakukan pembunuhan pada Sabina Nessa, 28 tahun, seorang guru perempuan di wilayah selatan London.

    Kejadian pembunuhan ini persisnya terjadi pada sore hari 17 September 2021, saat Nessa mengambil jalan pintas untuk pulang ke rumah. Ketika itu,  Nessa diketahui berjalan kaki melalui sebuah area parkir sebuah bar.

    Warga London berduka mengenang tewasnya Sabina Nessa, 28 tahun, guru yang dibunuh saat mau pulang ke rumah pada 17 September 2021 lalu. Sumber: Reuters

    Di sana, dia bertemu seorang teman. Setelahnya, dia tak pernah tiba di rumah karena jenazahnya ditemukan di tempat parkir itu pada keesokan sore.

    “Seorang laki-laki usia 38 tahun, pada Minggu, 26 September 2021, sekitar pukul 03.00, sudah ditahan atas dugaan terlibat dalam pembunuhan tersebut, yang beralamat di Sussex timur,” demikian keterangan polisi Inggris.   

    Kasus pembunuhan pada Nessa telah memancing kemarahan publik Inggris, khususnya terkait kekerasan pada perempuan. Kejadian ini berselang enam bulan setelah publik Inggris marah atas kejadian seorang perempuan diculik, diperkosa dan dibunuh di selatan London oleh seorang aparat kepolisian.

      

    Baca juga: Guru Honorer Terus Desak Pemerintah Tambah Nilai Afirmasi Seleksi PPPK

      

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.