PNS Australia Ditawari Cuti Berbayar Bantu Petani

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi perkebunan di Australia. REUTERS

    Ilustrasi perkebunan di Australia. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah negara bagian New South Wales, Australia menawari pegawai negeri untuk cuti berbayar selama lima hari. Para PNS akan dipekerjakan untuk membantu petani yang kekurangan tenaga kerja di musim panen.

    Penutupan perbatasan akibat Covid-19, membuat Australia kekurangan tenaga kerja musiman untuk panen mendatang. Departemen Regional NSW memanfaatkan 4.500 PNS untuk mengakses cuti khusus selama hari. Mereka akan membantu petani yang kekurangan tenaga kerja.

    PNS secara sukarela akan membantu panen di negara bagian. Sebagai gantinya departemen akan membayar tarif cuti mereka.

    Meski diklaim sebagai solusi mengatasi kurangnya tenaga kerja, sejumlah ahli justru mengaku khawatir. Sebabnya masa kerja para PNS hanya sebentar, sedangkan para petani membutuhkan pasokan tenaga kerja yang panjang selama panen.

    Wakil Perdana Menteri NSW Paul Toole mengatakan cuti tambahan untuk staf adalah yang pertama bagi negara bagian. Namun cuti berbayar ini disebut masuk akan karena hampir 80 persen staf departemen tinggal dan bekerja di wilayah regional.

    Menurut Toole, sektor pertanian dalam beberapa waktu terakhir dalam situasi yang sulit akibat kekeringan panjang serta Covid-19. Pandemi membuat pekerja panen musiman tidak tersedia.

    Menteri Pertanian NSW Adam Marshall mengatakan: masa-masa drastis membutuhkan tindakan drastis. “Tidak ada peluru perak untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang diperparah oleh Covid, tetapi ini adalah langkah lain yang diterapkan untuk mendukung industri,” kata Marshall.

    Dia mendorong semua pegawai negeri yang memenuhi syarat untuk mengambil bagian. "Mendapatkan udara segar pedesaan di paru-paru dan membantu meringankan beberapa tekanan yang dihadapi petani selama panen," ujarnya.

    Elizabeth Jackson, dari Fakultas Manajemen dan Pemasaran Universitas Curtin, mengatakan kepada The Mandarin bahwa tawaran dari departemen untuk membantu petani adalah hal yang tepat. Namun dia masih skeptis tentang pengiriman.

    Durasinya juga amat singkat dibandingkan masa pandemi yang bisa menghabiskan 6-8 pekan. “Tanaman harus dipanen saat siap dan cuaca cocok. Waktu semunggu sulit membayangkan ini akan efektif," katanya.

    Baca: Universitas di Australia Tutup Program Bahasa Indonesia, Apa Alasannya?

    THE MANDARIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.