IAEA Sebut Kesepakatan AUKUS Mengecoh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal selam Kelas Collins HMAS Collins, HMAS Farncomb, HMAS Dechaineux dan HMAS Sheean dalam formasi saat transit melalui Cockburn Sound, Australia Barat.[Angkatan Laut Australia/navy.gov.au]

    Kapal selam Kelas Collins HMAS Collins, HMAS Farncomb, HMAS Dechaineux dan HMAS Sheean dalam formasi saat transit melalui Cockburn Sound, Australia Barat.[Angkatan Laut Australia/navy.gov.au]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Energi Atom PBB atau IAEA Rafael Grossi menyebut kesepakatan AUKUS sebagai hal yang mengecoh (rumit) dalam hal pengecekan, namun hal ini bisa diatur. AUSKUS adalah kesepakatan yang memungkinkan Australia mendapatkan teknologi kapal selam nuklir dari Amerika Serikat.

    Kesepakatan kapal selam ini juga bagian dari kesepakatan bidang pertahanan, yang melibatkan 3 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris dan Australia. AUKUS diumumkan pada akhir bulan lalu, yang langsung membuat Prancis geram karena Australia jadi membatalkan pembelian kapal selam bertenaga diesel dari Paris.

    AUKUS juga akan menjadi pertama kalinya sebuah pihak di perjanjian Non-Proliferation Nuklir (NPT) mendapatkan kapal selam nuklir, selain dari lima negara yang diakui oleh NPT, yakni Rusia, Cina, Prancis dan Inggris. India tidak menandatangani NPT, namun punya sejumlah kapal selam nuklir.

    “Ini secara teknis sungguh mengecoh dan akan menjadi yang pertama kalinya sebuah negara yang tidak punya senjata nuklir, memiliki sebuah kapal selam nuklir,” kata Grossi.

          

    Grossi mengkonfirmasi bahwa penanda-tanganan NPT dapat mengecualikan bahan nuklir dari pengawasan IAEA atau yang dikenal pula sebagai perlindungan. Sedangkan nuklir menjadi bahan bakar kapal selam ini.

    Hal ini adalah sebuah pengecualian yang jarang terjadi untuk pengawasan bahan-bahan nuklir guna memastikan nuklir tidak digunakan untuk membuat bom-bom atom.

       

    Baca juga: Prancis: Butuh Waktu Perbaiki Hubungan dengan Amerika Akibat Kesepakatan AUKUS

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.