New York Ganti Nakes yang Belum Divaksin dengan Tentara Garda Nasional

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang apoteker menjalani pelatihan saat mempersiapkan pendistribusian vaksin Covid-19 Pfizer di apotek Mount Sinai Health System di daerah Queens di New York City, 10 Desember 2020 ini. Penyimpanan vaksin Covdi-19 Pfizer harus berada dalam freezer dengan suhu dingin -79 derajat celsius. Andrew Lichtenstein/Mount Sinai Health System/Handout via REUTERS

    Seorang apoteker menjalani pelatihan saat mempersiapkan pendistribusian vaksin Covid-19 Pfizer di apotek Mount Sinai Health System di daerah Queens di New York City, 10 Desember 2020 ini. Penyimpanan vaksin Covdi-19 Pfizer harus berada dalam freezer dengan suhu dingin -79 derajat celsius. Andrew Lichtenstein/Mount Sinai Health System/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur New York Kathy Hochul sedang mempertimbangkan untuk mempekerjakan Tentara Garda Nasional dan pekerja medis dari luar negara bagian untuk mengisi kekurangan staf rumah sakit. Puluhan ribu tenaga kesehatan kemungkinan tak bisa bekerja karena belum disuntik vaksin Covid-19 hingga batas waktu terakhir Senin ini.

    Selain sebagai tenaga kesehatan, menurut Hochul, petugas Garda Nasional akan menjaga rumah sakit dan fasilitas medis lainnya. Sekitar 16 persen dari 450.000 staf rumah sakit negara bagian belum sepenuhnya divaksinasi.

    Rencana itu muncul di tengah penolakan tenaga medis untuk kewajiban vaksinasi Covid-19. Beberapa keberatan yang diajukan dengan alasan agama. Padahal vaksin penting untuk melawan penyebaran varian Delta yang sangat menular.

    Hochul mengajak warga New York untuk menggalakkan vaksinasi Covid-19. Pada hari Minggu ia menghadiri kebaktian di sebuah gereja besar di New York City dan meminta orang Kristen membantu mempromosikan vaksin.

    "Saya ingin Anda menjadi rasul saya. Saya ingin Anda keluar dan berkata, kita saling berhutang budi," kata Hochul kepada jemaat di Pusat Kebudayaan Kristen di Brooklyn.

    "Yesus mengajari kita untuk saling mencintai. Cinta itu ditunjukkan dengan peduli terhadap orang lain, katakan tolong divaksin karena saya mencintaimu, saya ingin Anda hidup," ujarnya.

    Pekerja kesehatan yang dipecat karena menolak divaksinasi tidak akan mendapat asuransi. Mereka akan mendapatkan haknya jika mendapat surat keterangan yang disetujui oleh dokter.

    Seorang hakim federal di Albany memerintahkan pejabat New York mengizinkan petugas kesehatan tak divaksin dengan alasan agama. Pengecualian itu mulai berlaku Senin.

    Penyebaran varian Delta yang sangat menular mendorong lonjakan kasus Covid-19. Jumlah rawat inap di Amerika Serikat naik pada awal September meski kini mulai turun. Secara nasional, kasus Covid-19 turun 25 persen.

    Amerika Serikat juga memberikan suntikan booster Covid-19 untuk orang-orang yang berisiko tinggi. Mereka yang memenuhi syarat mendapatkan suntikan booster adalah yang bekerja di lingkungan berisiko termasuk orang-orang di tempat penampungan tunawisma, di penjara dan yang bekerja di tempat rentan termasuk petugas kesehatan, guru, pekerja bahan makanan dan karyawan transportasi umum.

    Baca: Singapura Catat Rekor Kasus Harian Covid-19 dengan 1.939 Penderita

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.