Partainya Menang Lagi di Pemilu Rusia, Vladimir Putin Ucapkan Terimakasih

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengikut pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO) secara virtual di Moskow, Rusia, 17 September 2021.[Alexei Druzhinin/Russian Presidential Press and Information Office/TASS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengikut pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO) secara virtual di Moskow, Rusia, 17 September 2021.[Alexei Druzhinin/Russian Presidential Press and Information Office/TASS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengucapkan terima kasih kepada rakyat di negeri Beruang Merah itu atas dukungannya terhadap Partai Rusia Bersatu. Partai yang dipimpin Putin itu meraup suara mayoritas di parlemen dalam pemungutan suara yang berakhir Minggu, 19 September 2021.

    "Saya ingin menyampaikan kepada warga Rusia, terima kasih atas kepercayaan Anda, teman-teman terkasih," kata Putin di saluran televisi pemerintah, dikutip dari Reuters.

    Kemenangan Partai Rusia Bersatu yang kini berkuasa akan melanggengkan kepemimpinan Putin sebagai presiden. Menurut sejumlah lembaga survai, meski mengalami penurunan, partai berkuasa tetap lebih populer dibandingkan Partai Komunis dan partai nasionalis LDPR, yang sering mendukung Kremlin.

    Rusia Bersatu memegang hampir tiga perempat dari 450 kursi Duma Negara. Dominasi itu tahun lalu membantu Kremlin meloloskan amandemen konstitusi yang memungkinkan Putin mencalonkan diri untuk dua periode lagi sebagai presiden setelah 2024, sehingga berpotensi tetap berkuasa hingga 2036.

    Rusia Bersatu melenggang setelah tokoh oposisi Alexei Navalny dibungkam oleh pemerintah dengan mencap gerakannya sebagai ekstrimis dan dilarang.

    Akibatnya, Navalny dan sekutunya dari Partai Komunis tidak bisa mencalonkan diri.

    Berbagai kampanye melalui media sosial dilakukan oposisi untuk menggembosi suara Rusia Bersatu. "Suatu hari kita akan hidup di Rusia di mana dimungkinkan untuk memilih kandidat yang baik dengan platform politik yang berbeda," tulis sekutu Navalny, Leonid Volkov di messenger Telegram.

    "Dan partai Navalny akan bersaing untuk mendapatkan kursi di parlemen dalam pemilihan yang adil dan kompetitif. Tapi untuk saat ini, 'pemungutan suara cerdas' adalah memilih Navalny."

    Baca: Partai Putin Diperkirakan Menang Lagi dalam Pemilu Rusia

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.