Cina Janji Jaga Komunikasi dengan Pemerintahan Baru Taliban

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar akan menjadi deputi atau wakil perdana menteri Islamic Emirates of Afghanistan. Sebelumnya ia ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan dengan AS. Alexander Zemlianichenko via REUTERS

    Salah satu pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar akan menjadi deputi atau wakil perdana menteri Islamic Emirates of Afghanistan. Sebelumnya ia ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan dengan AS. Alexander Zemlianichenko via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina menyatakan siap menjaga komunikasi dengan pemerintahan Taliban di Afghanistan. Cina bahkan menyebut pembentukan pemerintahan baru tersebut sebagai langkah penting dan perlu untuk "rekonstruksi" Afghanistan.

    "Kami menghormati kedaulatan, independensi, dan integritas Afghanistan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 8 September 2021.

    Sejak Taliban mengambil alih Afganistan pada pertengahan Agustus lalu, Cina menyatakan dengan tegas dukungannya terhadap Taliban. Mereka mendorong Taliban untuk membentuk pemerintahan yang terbuka dan inklusif.

    Wang berkata, penting bagi Taliban untuk membentuk pemerintahan di Afghanistan yang mewakili berbagai ras, etnis, dan faksi. Hal itu, menurut Wang, untuk memenuhi ekspektasi lokal, internasional, serta menjaga stabilitas di Afghanistan itu sendiri.

    Ironisnya, apabila mengacu pada pengumuman pemerintahan baru di Afghanistan, Taliban menjauhi sifat "inklusif dan terbuka" tersebut. Taliban memilih untuk mengedepankan figur-figur senior di organisasinya untuk memimpin pemerintahan Afghanistan yang baru.

    Tidak hanya menonjolkan orang-orang lama, Taliban juga tidak mengikutkan perempuan pada pemerintahannya. Hal itu mempertegas kekhawatiran banyak pihak bahwa Taliban tidak akan menghargai dan mengakui hak-hak perempuan Afghanistan di pemerintahannya.

    Per berita ini ditulis, Taliban belum memberikan pernyataan apapun perihal hubungannya dengan Cina. Walau begitu, pekan lalu, jubir Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim Cina sudah sepakat untuk memberikan bantuan pendanaan ke Taliban untuk pemulihan ekonomi di Afghanistan.

    "Cina adalah salah satu rekan terpenting kami dan mereka menawarkan kesempatan yang luar biasa dengan bersedia berinvestasi untuk membangun kembali Afghanistan," ujar Mujahid. Perlu diketahui, sebagian besar aset Afghanistan di luar negeri dibekukan yang memaksa Taliban mencari bantuan ke berbagai negara, termasuk Cina.

    Baca juga: Joe Biden Yakin China Akan Membuat Kesepakatan dengan Taliban

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.