Inggris: Kabar ISIS Akan Serang Bandara Afghanistan Sangat Kredibel

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Jerman dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 24 Agustus 2021. Akhir bulan Agustus 2021 merupakan batas akhir misi evakuasi bagi AS dan negara lainnya. (Xinhua)

    Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Jerman dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 24 Agustus 2021. Akhir bulan Agustus 2021 merupakan batas akhir misi evakuasi bagi AS dan negara lainnya. (Xinhua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, James Heappey, mengatakan bahwa kabar kelompok teroris ISIS-K akan menyerang Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan sangat-sangat kredibel. Menurut laporan intelijen yang ia terima, kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS tersebut akan melakukan teror bom bunuh diri.

    "Kami menerima laporan yang benar-benar kredibel. Oleh karenanya, kami memperingatkan warga untuk tidak mengunjungi Bandara Kabul. Mereka perlu mencari tempat aman dan menunggu instruksi lebih lanjut," ujar Heappey, dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 26 Agustus 2021.

    Heappey memahami bahwa warga, baik lokal maupun internasional, sangat ingin meninggalkan Afghanistan sesegera mungkin agar tidak diperintah di bawah Taliban. Namun, ia kembali menegaskan bahwa ancaman yang ada sungguh kredibel dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

    Per berita ini ditulis, ribuan orang masih menanti giliran dievakuasi dari Bandara Hamid Karzai. Namun, terbatasnya personil dan pesawat membuat evakuasi tidak bisa berlangsung cepat. Kabar ancaman ISIS-K tak ayal akan semakin memperlamban proses evakuasi yang diminta Taliban rampung akhir Agustus ini.

    "Kami tidak akan mengatakan ini jika kami tidak benar-benar khawatir bahwa apa yang kita lakukan sekarang adalah menawarkan target yang begitu besar ke ISIS."

    "Saya melihat ada tendensi di antara orang-orang yang menanti di bandara untuk bertaruh. Namun, laporan yang kami terima begitu kredibel, ancamannya nyata," ujar Heappey kembali menegaskan.

    Untuk saat ini, lanjut Heappey, Inggris dan negara-negara sekutunya akan mengandalkan Taliban di pengawasan di luar area bandara. Sementara itu, untuk warga yang nekat bertahan di bandara untuk dievakuasi, ia tidak menutup kemungkinan proses administrasi akan disederhanakan.

    "Namun, saya tidak bisa menjamin hal tersebut....Sejauh ini kami sudah mengevakuasi 12 ribu orang. Saya rasa masih ada sekitar 400 orang yang eligibel untuk dievakuasi, kebanyakan adalah warga negara Inggris atau dwi kewarganegaraan. Kami mencari cara untuk selamatkan mereka," ujar Heappey soal situasi di Afghanistan.

    Baca juga:

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.