Presiden Zambia yang Baru Bertekad Ingin Stabilkan Utang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakainde Hichilema, Presiden Zambia. Sumber: Reuters

    Hakainde Hichilema, Presiden Zambia. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakainde Hichilema pada Selasa, 24 Agustus 2021, mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden Zambia yang baru. Dia berjanji, akan mengatasi utang Zambia yang tidak stabil dan anggaran belanja negara yang kedodoran.  

    Hichilema dilantik untuk menjadi Presiden Zambia yang ketujuh untuk menggantikan mantan Presiden Edgar Lungu, yang kalah telak dalam pemilu awal bulan ini.

    Zambia adalah negara di wilayah Afrika timur yang mendapat kemerdekaan dari Inggris pada 1964. Kemenangan Hichilema dalam pemilu adalah perubahan kepemimpinan yang berjalan damai di Zambia.

    Sebelum akhirnya dalam posisi saat ini, Hichilema gagal sampai lima kali dalam pemilu Presiden Zambia. Sebagai pemimpin yang baru, Hichilema sekarang ini dihadapkan pada tugas untuk menghidupkan lagi perekonomian yang dibebani oleh utang, harga komoditas dunia yang tidak bisa diprediksi dan wabah Covid-19.

    “Dalam 10 tahun terakhir, kondisi utang mulai tidak stabil hingga berkurangnya kemampuan negara untuk berinvestasi. Anggaran nasional kita sudah kewalahan oleh utang. Kita harus memulihkan situasi ini,” kata Hichilema, 59 tahun, yang seorang mantan CEO sebuah perusahaan akunting.      

    Utang eksternal Zambia saat ini USD 12 miliar atau Rp 172 ribu triliun. Zambia juga punya utang USD 3 miliar dalam bentuk Eurobonds, USD 3,5 miliar utang bilateral dan USD 2,1 miliar utang pada lembaga-lembaga pendanaan seperti IMF.   

    Baca juga: Presiden Zambia Pertama Meninggal 

    Sumber: Reuters  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.