Mengenang Momen Jokowi Kunjungi Afganistan di Tengah Serangan Taliban

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh Presiden Afganistan Ashraf Ghani setibanya di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. Udara dingin bahkan hujan salju yang menyelimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan yang dilakukan pemerintah Afganistan. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh Presiden Afganistan Ashraf Ghani setibanya di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. Udara dingin bahkan hujan salju yang menyelimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan yang dilakukan pemerintah Afganistan. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Konflik yang terjadi di Afganistan masih bergulir. Terbaru kelompok militan Taliban berhasil menduduki Istana Kepresidenan Afganistan pada Ahad, 15 Agustus lalu. Kondisi ini membuat Presiden Ashraf Ghani melarikan diri menuju Tajikistan.

    Banyak negara telah berusaha mendinginkan ketegangan antara Taliban dan pemerintah Afganistan sejak 20 tahun lalu, termasuk Indonesia. Mengutip pemberitaan Tempo.co 11 Mei 2018, Indonesia menginisiasi proses perdamaian dengan mengadakan pertemuan para ulama-ulama di Afganistan ke Istana Bogor, Jawa Barat.

    Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya 29 Januari 2018, Presiden Joko Widodo atau Jokowi datang ke Afganistan. Sebelum Jokowi, Presiden Indonesia yang pernah ke Afganistan hanya Bung Karno pada 1962. Ia mengatakan kunjungannya itu merupakan komitmen kuat dari Indonesia mendukung perdamaian dan kesejahteraan di Afganistan.

    Selama kunjungan resmi tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, menceritakan bagaimana tegangnya kondisi di Afganistan saat itu. Sehari sebelum kedatangan rombongan Indonesia, terjadi ledakan di Kabul yang menewaskan lebih dari 100 orang. Bahkan beberapa jam sebelum Jokowi mendarat ada penyerangan ke Akademi Militer di Afghanistan.

    Pramono mengatakan rombongan kepresidenan Indonesia dikawal dengan kendaraan lapis baja dan dua helikopter yang terbang di atas mobil presiden dari bandara hingga ke Istana Kepresidenan Afganistan.

    Namun ada hal yang nyentrik dilakukan oleh Jokowi, yakni ogah menggunakan rompi antipeluru yang disediakan oleh pemerintah Afganistan. "Pas kunjungan itu, (Presiden) enggak pakai (rompi antipeluru), ke pasar juga enggak," kata Juru Bicara Presiden saat itu, Johan Budi.

    Dalam kunjungannya, ada banyak yang dibahas antara Jokowi dan Ashraf Ghani. Mulai dari rencana pembangunan klinik kesehatan di kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul, Afghanistan hingga pertemuan ulama internasional.

    Dari kunjungannya ke Afganistan, Jokowi mendapatkan medali Medal of Ghazi Amanullah sebagai simbolis penghormatan atas keteguhan dan keberanian mantan gubernur DKI Jakarta itu.

    TIKA AYU

    Baca juga:

    Ini Sejarah Istana Kepresidenan Afganistan yang Direbut Taliban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.