Ini Sejarah Istana Kepresidenan Afganistan yang Direbut Taliban

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh Presiden Afganistan Ashraf Ghani setibanya di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. Udara dingin bahkan hujan salju yang menyelimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan yang dilakukan pemerintah Afganistan. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh Presiden Afganistan Ashraf Ghani setibanya di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. Udara dingin bahkan hujan salju yang menyelimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan yang dilakukan pemerintah Afganistan. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok militan Taliban berhasil menguasai ibu kota Kabul dan Istana Kepresidenan Afganistan pada Ahad kemarin. Hal ini membuat Presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke Tajikistan.

    Istana Kepresidenan Afganistan dikenal dengan nama ARG. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah berkunjung ke sana untuk memenuhi undangan Ashraf Ghani.

    Kunjungan Jokowi saat itu diwarnai dengan rangkaian teror bom yang terjadi di sejumlah tempat di Kabul. Saat itu, Jokowi bertemu dengan Presiden Afganistan Ashraf Gani di Istana Kabul dan Jokowi mendukung terwujudnya perdamaian di Afganistan.

    Kabul merupakan sebuah kota yang banyak memiliki bangunan-bangunan kuno dan bersejarah. Sejak dulu Kabul telah menjadi rumah bagi raja-raja di Afganistan.

    Zaman dulu di Kabul terdapat sebuah tembok yang menutupi kota dengan enam gerbang masuk.  Keenam pintu tersebut dikenal dengan namanya masing-masing, antara lain Gerbang Kanadahari, Sardar Jahan Khan, Speena Darwaza, Peet Darwaza, Guzarga, dan Lahoori.

    Salah satu istana yang paling berpengaruh adalah di Kabul pada zaman dahulu adalah Bala Hesar. Namun istana ini mengalami kerusakan parah dan terbakar akibat perang yang pecah di Afganistan

    Saat Abdur Rahman Khan naik takhta, tidak ada tempat yang memadai dan tersedia untuk ditempati raja. Saat itulah, ia memutuskan membangun Arg Palace atau Istana Kabul pada tahun 1229 Hijriah.

    Bangunan pertama yang dibangun dalam Istana Kepresidenan Afganistan disebut Kuti Baghcha yang pembangunannya selesai tahun 1304 hijriah dan setelah itu menyusul beberapa bangunan lain, seperti Istana Salaam Khaana, Gunbad Naghara Khaana, Arg Kootwali Bazar, Pangkalan Shahi, dan Kantor Akuntan Negara.

    Dari segi lokasi, Istana Arg terletak di jantung Kabul yang terhubung dengan Da Afghanan di timur dan dengan kawasan Murad Khani di barat laut.

    Dari Lapangan Pashtunistan hingga Macrorayan, Kementerian Pertambangan, Kantor Administrasi Presiden dan Kementerian Pertahanan terletak di pinggir jalan di depan istana Arg. 

    Selain itu, Ariana Square, Ariana Hotel dan Departemen Pusat Statistik berada di timur laut istana. SMA Amani dan perumahan Wazir Akbar Khan diposisikan di sisi jalan yang melewati sisi utara istana Arg.

    Adapun di sisi barat Istana Kepresidenan Afganistan terdapat Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar China serta Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sedangkan di sisi selatan istana terdapat Azizi Center dan gedung lainnya.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    Kementerian Luar Negeri Belum Berencana Tutup KBRI di Kabul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.