Demi Keamanan, Singapura Akan Pasang 200 Ribu Kamera Hingga 2030

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang berjalan melewati alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa, 14 Mei 2019. Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II menyatakan alat pemindai panas tubuh sudah diaktifkan untuk memantau penumpang dari Singapura dan Malaysia yang berpotensi terjangkit virus cacar monyet (monkeypox). ANTARA

    Sejumlah penumpang berjalan melewati alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa, 14 Mei 2019. Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II menyatakan alat pemindai panas tubuh sudah diaktifkan untuk memantau penumpang dari Singapura dan Malaysia yang berpotensi terjangkit virus cacar monyet (monkeypox). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Singapura berencana memasang lebih dari 200.000 kamera polisi hingga 2030. Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam mengatakan jumlah kamera yang dipasang lebih dari dua kali lipat dibandingkan yang ada saat ini di seluruh negeri.

    Dengan luas wilayah kurang lebih 700 kilometer persegi, Singapura memiliki undang-undang yang ketat. Saat ini ada 90.000 kamera polisi yang sudah terpasang di seluruh kota.

    “Kamera pengintai yang digunakan oleh pemerintah di Singapura atau negara lain, terkadang dikritik sebagai pelanggaran privasi,” ujar Menteri Hukum Singapura, Shanmugam kepada parlemen.

    "Klaim-klaim ini mengabaikan beberapa poin dasar bahwa kebanyakan orang ingin hidup di lingkungan yang aman dan terjamin," katanya.

    Menurut jajak pendapat Gallup 2019, Singapura, negara berpenduduk 5,7 juta jiwa, adalah salah satu negara teraman di dunia.

    Baca: Singapura Izinkan Warganya Disuntik Vaksin Sinovac, Tapi Ada Syaratnya

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.