Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Warga Australia Ramai-ramai Sewa Kapal Laut Tinggalkan Indonesia

Reporter

image-gnews
Wisatawan berpose di atas perahu pinisi di sekitar Pulau Kalong, Nusa Tenggara Timur, 2 Juli 2021. Kapal pinisi menjadi pilihan terbaik untuk menuju objek wisata Pulau Komodo, Pantai Pink, Manta Point, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Wisatawan yang ingin melakukan perjalanan singkat ke beberapa destinasi wisata disana dapat juga bisa menggunakan kapal cep. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Wisatawan berpose di atas perahu pinisi di sekitar Pulau Kalong, Nusa Tenggara Timur, 2 Juli 2021. Kapal pinisi menjadi pilihan terbaik untuk menuju objek wisata Pulau Komodo, Pantai Pink, Manta Point, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Wisatawan yang ingin melakukan perjalanan singkat ke beberapa destinasi wisata disana dapat juga bisa menggunakan kapal cep. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga negara Australia nekat menyewa kapal laut untuk kembali ke negaranya dari Indonesia. Hal ini dilakukan karena sulitnya penerbangan dari Indonesia. 

Dilansir dari The Australian, operator pariwisata yang berbasis di Lombok, Brendan Nuir, menerima banyak permintaan dari ekspatriat untuk memulangkan mereka ke Australia. Tarif kapal laut sebesar AU$ 3.500 per orang untuk perjalanan selama 67 jam dari Kupang ke Darwin. Perjalanan menggunakan kapal tradisional phinisi.

Nuir yang sebelumnya bekerja sebagai penambang emas di Australia barat ini sebelumnya mengatur penyewaan pesawat untuk ke Australia dengan harga tiket AU$ 10.600 per orang.

Jumlah warga Australia yang terdampar di Indonesia diperkirakan mencapai ribuan orang. Saat ini mereka kesulitan kembali ke negaranya karena tak ada penerbangan langsung dari Indonesia sejak Januari lalu. Singapura juga melarang penerbangan transit dari Indonesia. Sedangkan Australia sendiri sudah mengurangi hingga separuh kedatangan pesawat.

Nuir pernah menyewakan kapal secara pribadi untuk warga Australia yang ingin pulang kampung pada tahun lalu. Namun saat itu sulit mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia.

Namun kali ini dia mengaku sudah memiliki izin yang diperlukan untuk membawa warga Australia kembali ke negaranya. “Kami hanya menunggu untuk melihat apakah Darwin akan memberi izin untuk datang dan pergi. Itu satu-satunya yang menahan kami,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat, semua kedatangan harus menjalani karantina di Darwin. "Hanya saja tidak disebutkan berapa lama sebelum kapal diizinkan berangkat lagi," ujarnya.

Seorang juru bicara Pasukan Perbatasan Australia mengatakan warga negara atau penduduk Australia yang tiba dengan perahu kecil harus memberikan pemberitahuan setidaknya 48 jam untuk perjalanan yang memakan waktu hingga 72 jam. Mereka juga harus mematuhi aturan biosekuriti.

Sedangkan awak kapal yang bukan warga negara Australia harus memiliki visa atau pengecualian perjalanan yang sesuai. "Di luar itu, batas kedatangan, ketersediaan karantina, dan proses kesehatan saat kedatangan adalah masalah negara bagian atau teritori yang relevan," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di antara calon penumpang adalah Mathew Connelly. Ia ditugaskan oleh perusahaannya di Australia pada proyek Moto GP di Lombok. Conelly tak pernah membayangkan akan menempuh jalan berliku untuk kembali ke negaranya.

Total kasus Covid-19 di Indonesia sudah melewati angka 1 juta lebih. Jumlah pasien yang membludak membuat rumah sakit kewalahan.

Media Australia, ABC juga memberitakan sejumlah warganya yang terlantar di Bali. Para ekspatriat pun terpaksa menyewa pesawat terbang dari Bali ke Perth dengan harga sangat mahal, karena tak adanya penerbangan.

Saat ini sekitar 100 warga Australia sudah mendaftar. Namun hanya 25 orang yang bisa terbang dengan pesawat sewaan. Akibatnya harga tiket menjadi amat mahal.

Total kasus Covid-19 di Indonesia sudah melewati angka 1 juta lebih. Jumlah pasien yang membludak membuat rumah sakit kewalahan.

Selain Australia, sejumlah ekspatriat sudah lebih dulu kembali ke negaranya. Warga negara Taiwan, Arab Saudi dan Jepang ramai-ramai menyewa pesawat pulang.

Baca: Australia Cabut Lockdown di Melbourne dan Adelaide, Kasus Corona Terkendali

ABC | THE AUSTRALIAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

11 jam lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani. TEMPO/Nandito Putra
Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bersedia menjelaskan harga obat di Indonesia terus meningkat.


DJP Resmikan Pusat Pajak Indonesia di Australia, INTACT Australia

1 hari lalu

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021. TEMPO/Subekti.
DJP Resmikan Pusat Pajak Indonesia di Australia, INTACT Australia

INTACT Australia adalah satu-satunya pusat pajak Indonesia di Australia dan salah satu dari dua pusat internasional di dunia


Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

1 hari lalu

Tenaga medis memeriksa tekanan oksigen kepada pasien Covid-19 di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Kramat Jati, Jakarta, 8 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

Apa itu Anosmia, Long Covid, dan Komorbid yang sangat akrab di telinga pada masa pandemi Covid-19?


Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

1 hari lalu

Tentara Yaman dan milisi Houthi menyerang kapal yang berhubungan dengan Israel di Laut Hitam. Irna news
Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

Juru bicara Houthi mengatakan operasi kelompok itu akan terus berlanjut sampai serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza disetop


Top 3 Dunia: Joe Biden Keseleo Lidah hingga Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia

1 hari lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Top 3 Dunia: Joe Biden Keseleo Lidah hingga Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia

Berita Top 3 Dunia pada Jumat 12 Juli 2024 diawali oleh Presiden AS Joe Biden keliru menyebut nama wakil presidennya dengan menyebut Donald Trump


Jangan Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Pramugari Jelaskan Alasannya

2 hari lalu

Ilustrasi bandara (Pixabay)
Jangan Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Pramugari Jelaskan Alasannya

Alas kaki ini menimbulkan bahaya dalam penerbangan, apalagi jika penumpang diharuskan segera melakukan evakuasi di pesawat.


Polisi Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia Atas Tuduhan Spionase

2 hari lalu

Pasangan yang dituduh mengakses dokumen terkait pembelaan Moskow. Foto: Facebook/Polisi Federal Australia
Polisi Australia Tangkap Pasangan Keturunan Rusia Atas Tuduhan Spionase

Polisi Australia menangkap pasangan suami istri keturunan Rusia karena diduga melakukan spionase untuk Moskow


AirAsia Travel Fair 2024 di Medan, Tebar Promo Diskon Tiket 20 Persen hingga Casback Rp 2 Juta

2 hari lalu

Pesawat A330-900 AirAsia X
AirAsia Travel Fair 2024 di Medan, Tebar Promo Diskon Tiket 20 Persen hingga Casback Rp 2 Juta

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia menggelar AirAsia Travel Fair (AATF) 2024 Medan pada 12-14 Juli 2024 di Centre Point Medan, Sumatera Utara.


Sisi Kiri atau Kanan, Mana yang Lebih Nyaman Duduk di Pesawat?

2 hari lalu

Ilustrasi penumpang pesawat terbang. Unsplash.com/Mohammad Arrahmanur
Sisi Kiri atau Kanan, Mana yang Lebih Nyaman Duduk di Pesawat?

Soal keamanan, baik sisi kiri atau kanan sama saja. Namun, ada pelancong yang punya kecenderungan untuk memilih duduk di salah satu sisi pesawat.


Scoot Buka Rute Penerbangan ke Sibu Sarawak dengan Armada Baru

3 hari lalu

Pesawat Scoot dan Singapore Airlines terlihat di landasan Bandara Changi Singapura, 30 Maret 2020. (Reuters)
Scoot Buka Rute Penerbangan ke Sibu Sarawak dengan Armada Baru

Dengan armada jet E190-E2 Embraer, maskapai bertarif rendah asal Singapura, Scoot, buka rute baru jelajahi langit Sibu, Sarawak.