Australia Cabut Lockdown di Melbourne dan Adelaide, Kasus Corona Terkendali

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seseorang yang memakai masker wajah berjalan di sekitar Albert Park saat kota beroperasi di bawah pembatasan lockdown untuk mengekang penyebaran Covid-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    Seseorang yang memakai masker wajah berjalan di sekitar Albert Park saat kota beroperasi di bawah pembatasan lockdown untuk mengekang penyebaran Covid-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatasan sosial atau lockdown di Melbourne dan kota lainnya di negara bagian Victoria, Australia akan dicabut mulai besok. Pembatasan sosial telah diberlakukan sejak 15 Juli.

    Victoria mencatat hanya ada 10 kasus infeksi kasus corona baru dan pasien sudah dikarantina. "Secara keseluruhan ini adalah hari yang baik," kata Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews kepada wartawan di Melbourne.

    Sebanyak 5 juta penduduk Victoria diizinkan meninggalkan rumah dan sekolah akan dibuka kembali. Namun penduduk Victoria belum bisa menerima tamu di rumah.

    Australia Selatan juga akan mencabut lockdown, termasuk di ibu kota Adelaide pada hari Rabu setelah mencatat nol kasus corona dalam 24 jam terakhir.

    Pelonggaran pembatasan dilakukan karena Victoria dinilai berhasil mengendalikan laju penyebaran virus corona. Hal ini berbanding terbalik dengan negara tetangganya New South Wales yang sedang berjuang menghadapi kenaikan kasus Covid-19.

    Lebih dari setengah penduduk di Australia yang berjumlah 26 juta jiwa, mengalami pembatasan dalam beberapa pekan terakhir setelah merebaknya virus corona varian delta. Wabah menyebar dari Sydney ke tiga negara bagian.

    New South Wales melaporkan 172 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut naik dibandingkan sehari sebelumnya 145 kasus.

    Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan keputusan untuk memperpanjang atau mengakhiri lockdown akan dilakukan pekan ini. Sebanyak 13 persen dari penduduk New South Wales sudah divaksinasi penuh namun pemerintah tetap melakukan pembatasan.

    “Kami telah bekerja keras selama lima minggu dan kami tidak ingin menyia-nyiakan semua pekerjaan dengan membuka lockdown. Sebab virus akan menyebar lagi,” kata Berejiklian kepada media.

    Kasus Covid-19 di Australia secara keseluruhan tetap rendah karena penanganan yang tepat. Di antaranya pelacakan kontak yang cepat, aturan jarak sosial yang ketat, dan penguncian wilayah. Sejak pandemi tahun lalu, tercatat hanya 33.100 kasus Covid-19 dan 920 kematian.

    Di tengah tingginya kasus corona atau Covid-19 di New South Wales, terjadi gelombang protes anti lockdown di pusat kota Sydney akhir pekan lalu.

    Komisaris polisi negara bagian Mick Fuller mengatakan sekitar 10.000 orang menelepon hotline polisi untuk melaporkan penduduk yang dicurigai melanggar lockdown. "Polisi mengetahui rencana protes berulang dan tidak akan ditoleransi lagi," ujarnya.

    Di negara bagian Victoria, Australia, kasus juga naik meski hanya 11 kasus baru. Victoria juga menerapkan lockdown dan belum diputuskan kapan akan berakhir.

    Baca: Negara-negara Eropa Stop Memberi Hadiah Bagi yang Ikut Vaksinasi COVID-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.