Mahathir Ingin Anwar Abrahim Jadi PM Malaysia, Tetapi Direbut Muhyiddin Yassin

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahathir Mohamad mengaku ingin memberikan jabatan perdana menteri Malaysia kepada Anwar Ibrahim tetapi Muhyiddin Yassin keburu maju merebut kursi Anwar.

    Mantan perdana menteri itu mengklaim Muhyiddin Yassin menjatuhkan pemerintahan Pakatan Harapan sehingga dia bisa menjadi perdana menteri.

    Dr. Mahathir mengatakan Muhyiddin Yassin tahu dia tidak akan memiliki peluang menjadi perdana menteri jika Anwar mengambil alih jabatan puncak.

    "Muhyiddin tahu dia tidak akan pernah menjadi perdana menteri karena saya sudah berjanji bahwa Anwar akan mengambil alih ketika saya mundur," katanya, dikutip dari Free Malaysia Today, 23 Juli 2021.

    "Jika Anwar menjadi perdana menteri, saya tidak berpikir dia akan menunjuk Muhyiddin sebagai wakilnya dan Muhyiddin tidak akan memiliki kesempatan untuk memimpin negara," kata Mahathir Mohamad kepada wartawan saat konferensi pers online pada Rabu kemarin.

    Karena itu, kata dia, Muhyiddin merasa dengan menjatuhkan pemerintahan Pakatan Harapan, dia bisa menjadi perdana menteri.

    Orang-orang melewati poster Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dan politisi Anwar Ibrahim, selama kampanye di Kuala Lumpur, Malaysia 16 Mei 2018. [REUTERS / Lai Seng Sin]

    Ketua Partai Pejuang itu mengatakan Muhyiddin juga tahu bahwa Mahathir tidak ingin bekerja dengan UMNO tetapi dia siap untuk bekerja dengan mereka.

    Karena itu, ketika Mahathir mengundurkan diri pada Februari tahun lalu, dan Muhyiddin melihat ini sebagai peluang karena orang-orang seperti mantan perdana menteri Najib Razak atau siapa pun dari UMNO tidak dapat mengklaim sebagai perdana menteri, katanya.

    Mahathir, dengan dukungan Anwar Ibrahim, memenangkan pemilu 2018 yang mengakhiri enam dekade pemerintahan UMNO dengan kampanye melawan korupsi, Reuters melaporkan.

    Mahathir menjanjikan kursi perdana menteri kepada Anwar Ibrahim, tetapi pemerintahannya runtuh setelah konflik internal dalam koalisi Pakatan Harapan, membuka jalan bagi Muhyiddin Yassin untuk mengambil posisi pada Maret tahun lalu dengan dukungan UMNO.

    Baca juga: UMNO Tarik Dukungan, Minta Muhyiddin Yassin Mundur karena Gagal Tangani Covid

    FREE MALAYSIA TODAY | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.