Erdogan Peringatkan Taliban Agar Tidak Memerangi Saudara Sebangsanya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen dari Partai AK (AKP) yang berkuasa selama pertemuan di parlemen Turki di Ankara, Turki, 10 Februari 2021. [Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS]

    Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen dari Partai AK (AKP) yang berkuasa selama pertemuan di parlemen Turki di Ankara, Turki, 10 Februari 2021. [Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan Taliban harus mengakhiri pendudukan saudara sebangsa dan mengecilkan peringatan dari kelompok militan tentang konsekuensi jika pasukan Turki tetap berada di Afganistan untuk mengoperasikan bandara Kabul.

    Taliban memerintah Afganistan dengan tangan besi dari tahun 1996 hingga 2001 dan telah berjuang selama 20 tahun untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat di Kabul dan menerapkan kembali pemerintahan Islam. Gerilyawan Taliban membuat membuat kemajuan sekarang untuk mendapatkan wilayah ketika pasukan asing menarik diri.

    "(Taliban) harus mengakhiri pendudukan tanah saudara-saudara mereka dan menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian berlaku di Afganistan segera," kata Erdogan kepada wartawan sebelum berangkat untuk perjalanan ke Siprus utara, dikutip dari Reuters, 19 Juli 2021.

    Erdogan mengatakan pendekatan Taliban bukanlah cara umat Islam harus berurusan satu sama lain.

    Orang-orang berdiri di atas kendaraan memegang bendera Taliban ketika orang-orang berkumpul di dekat titik persimpangan Gerbang Persahabatan di kota perbatasan Chaman, Pakistan-Afganistan, Pakistan 14 Juli 2021.[REUTERS / Abdul Khaliq Achakzai]

    Turki, yang telah menawarkan untuk menjalankan dan menjaga bandara di ibu kota Afganistan setelah NATO menarik diri, telah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai dukungan keuangan, politik dan logistik untuk penempatan tersebut.

    Pekan lalu Taliban memperingatkan Turki jika tetap meninggalkan beberapa pasukan di Afganistan untuk menjalankan bandara, memperingatkan Turki akan menerima konsekuensinya.

    "Dalam pernyataan yang dibuat oleh Taliban tidak ada frasa 'Kami tidak menginginkan Turki'," kata Erdogan ketika ditanya tentang komentar tersebut.

    Secara terpisah, Erdogan mengatakan bahwa dia berharap untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden di Majelis Umum PBB tahun ini tentang masalah pengakuan internasional untuk Kosovo, dan akan mengusulkan kelompok kerja mengenai masalah tersebut untuk meningkatkan jumlah negara yang mengakuinya.

    Baca juga: Erdogan Telepon Presiden Israel Bahas Perbaikan Hubungan Turki dan Israel

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.