Menjelang Lockdown, Jumlah Kasus COVID-19 di Malaysia Turun 2000

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas polisi memeriksa dokumen pengemudi di posko penyekatan jalan selama lockdown di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 13 Januari 2021. REUTERS/Lim Huey Teng

    Seorang petugas polisi memeriksa dokumen pengemudi di posko penyekatan jalan selama lockdown di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 13 Januari 2021. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus COVID-19 harian di Malaysia mulai menunjukkan tren penurunan. Dikutip dari Channel News Asia, jumlah kasus harian turun sebanyak 2000 dari angka sebelumnya, 9.020, menjadi 6.999 kasus per Ahad ini.

    Pemerintah Malaysia berharap tren tersebut berlanjut seiring dengan diterapkannya lockdown nasional per 1 Juni nanti. Lockdown, seperti kata PM Muhyiddin Yasin pada Jumat kemarin, akan berlangsung selama dua pekan, hingga 14 Juni. Selama periode itu, hanya layanan-layanan esensial atau yang masuk dalam daftar kelonggaran saja yang boleh beroperasi.

    Menteri Ilmu Pengetahuan, Khairy Jamaluddin, mengatakan lockdown bukan satu-satunya langkah Malaysia untuk menekan pandemi. Ia berkata, Malaysia juga akan mendirikan lima mega pusat vaksinasi COVID-19 yang terletak di Kuala Lumpur, Penang, dan juga Johor. Harapannya, hal itu bisa menggenjot angka vaksinasi yang masih rendah.

    Seorang petugas polisi berjaga-jaga di penghalang jalan selama lockdown jelang perayaan Idul Fitri dalam upaya mencegah penularan skala besar penyakit virus corona (COVID-19), di Petaling Jaya, Malaysia 10 Mei 2021. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    "Kami juga akan melatih dokter umum untuk memberikan vaksin COVID-19. Hal itu mengingat beberapa vaksin membutuhkan penanganan dan penyimpanan khusus," ujar Jamaluddin, Ahad, 30 Mei 2021.

    Jamaluddin menjelaskan, langkah-langkah tersebut diambil pemerintah karena jumlah vaksin yang akan diterima kian banyak. Oleh karenanya, menurut ia, sudah sewajarnya frekuensi pemberian vaksin ditingkatkan termasuk dengan melibatkan pihak swasta.

    "Sebelumnya, kami tidak perlu melibatkan swasta karena jumlah vaksin COVID-19 tidak banyak. Sekarang, karena suplai bertambah, kami ingin memfasilitasi klinik swasta, klinik umum, rumah sakit swasta untuk ikut melakukan vaksinasi COVID-19 via program kami. Gratis," ujarnya.

    Per hari Jumat, jumlah warga Malaysia yang sudah menerima paling tidak 1 dosis vaksin COVID-19 adalah 1,5 juta orang. Pemerintah Malaysia menargetkan herd immunity, berkat vaksinasi, tercapai di akhir tahun 2021. Adapun Malaysia, secara nasional, tercatat memiliki 558 ribu kasus dan 2.650 kematian akibat COVID-19.

    Baca juga: Tunawisma di Malaysia Bakal Divaksin dan Diberi Tempat Berlindung

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.