Tunawisma di Malaysia Bakal Divaksin dan Diberi Tempat Berlindung

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas polisi berjaga-jaga di penghalang jalan selama lockdown jelang perayaan Idul Fitri dalam upaya mencegah penularan skala besar penyakit virus corona (COVID-19), di Petaling Jaya, Malaysia 10 Mei 2021. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    Seorang petugas polisi berjaga-jaga di penghalang jalan selama lockdown jelang perayaan Idul Fitri dalam upaya mencegah penularan skala besar penyakit virus corona (COVID-19), di Petaling Jaya, Malaysia 10 Mei 2021. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, - Pemerintah negara bagian Perak, Malaysia, mengatakan para tunawisma di sana segera divaksinasi Covid-19. Hal ini untuk menjaga para tunawisma terinfeksi virus corona yang kasusnya kembali melonjak di Malaysia.

    Ketua Pengembangan Wanita, Keluarga dan Kesejahteraan Masyarakat negara bagian Wan Norashikin Wan Noordin mengatakan pemerintah negara bagian akan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Perak dalam masalah itu.

    “Kami berencana untuk memvaksinasi mereka (Tunawisma). Kami akan memantau kebersihan, kesehatan mereka dan kami akan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan untuk program vaksin mereka," katanya dikutip dari New Straits Times, Ahad, 30 Mei 2021.

    Wan Norashikin menuturkan pihaknya sedang memikirkan tempat khusus untuk menampung para tunawisma di saat pemerintah pusat memberlakukan karantina wilayah atau lockdown total. "Kami akan membuka tempat penampungan sementara untuk mereka selama Gerakan Kontrol Order (MCO) dan periode kuncian," ucap dia.

    Selain itu, pemerintah Perak telah menggelar sejumlah pertemuan dengan instansi terkait untuk membahas nasib para tunawisma di masa pandemi. "Saya sudah membicarakan hal ini dengan Perak Mentri Besar (Datuk Saarani Mohamad) dan dia menyetujuinya,” kata Wan Norashikin.

    Menurut dia, pemerintah negara bagian akan menemukan aula yang cocok untuk menempatkan para tunawisma agar segera dipindahkan ke sana. “Kemarin kami sudah mengunjungi beberapa lokasi potensial. Namun saat ini kami akan membuka satu tempat penampungan sementara untuk mereka,” ujarnya.

    Ia menambahkan, berdasarkan data Departemen Kesejahteraan Perak dan data lembaga swadaya masyarakat (LSM), terdapat sekitar 100 orang tunawisma di Ipoh.

    Sebelumya, pemerintah pusat mengumumkan jika Malaysia akan memberlakukan lockdown total selama dua pekan dari 1 Juni hingga 14 Juni karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

    Baca juga: Ada 9.020 Kasus Baru Covid-19 di Malaysia

    Sumber: NEW STRAITS TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.