Virus Corona, Jumlah Pasien di ICU Prancis Bertambah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan memakai masker pelindung di tengah wabah virus Corona ketika berjalan di Trocadero, di depan Menara Eiffel di Paris, Prancis, 1 Februari 2020.[REUTERS]

    Seorang perempuan memakai masker pelindung di tengah wabah virus Corona ketika berjalan di Trocadero, di depan Menara Eiffel di Paris, Prancis, 1 Februari 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis melaporkan jumlah pasien infeksi virus corona yang dirawat di ICU mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Prancis pada Sabtu, 10 April 2021, juga melaporkan jumlah kematian akibat Covid-19 di sana terus naik.

    Data yang diperlihatkan menunjukkan pada Sabtu, 10 April 2021, ada 5.769 pasien Covid-19 yang dirawat di ICU. Jumlah itu mengalami kenaikan dibanding sehari sebelumnya yang tercatat ada 5.757 pasien yang dirawat di ICU.

    Pasien positif virus corona atau Covid-19 menjalani perawaran di ruang unit gawat darurat di klinik Ambroise Pare di Neuilly-sur-Seine, Prancis, 1 April 2020. Kasus virus corona atau Covid-19 diseluruh dunia mencapai 1.015.964 kasus. REUTERS/Benoit Tessier

    Baca juga: Lockdown Covid-19 di Prancis, Apple Tutup Seluruh 20 Toko

    Dalam tempo 24 jam, ada 227 pasien Covid-19 yang meninggal di sejumlah rumah sakit di Prancis. Dengan begitu, total ada 72.450 kematian akibat Covid-19.

    Sementara itu, badan penasehat kesehatan Prancis Haute Autorite de la Sante (HAS) yang bertanggung jawab dalam program imuniasi vaksin virus corona, pada Jumat, 9 April 2021, merekomendasikan agar masyarakat Prancis yang sudah menerima dosis pertama vaksin virus corona merek AstraZeneca dan berusia di bawah 50 tahun, mendapatkan suntikan dosis kedua menggunakan vaksin RNA.

    Reuters melaporkan pada Kamis, 8 April 2021, bahwa HAS telah memberikan opsi mencapur dosis vaksin virus corona, di mana hal ini belum melalui uji coba. Keputusan Prancis itu bersamaan dengan langkah regulator-regulator di Eropa yang menyebut ada kemungkinan keterkaitan antara vaksin virus corona AstraZeneca dengan sejumlah kecil kasus pembekuan darah.

    Beberapa negara telah menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca sebagai langkah antisipasi. Namun sebagian besar telah menggunakan kembali vaksin itu kendati dengan sejumlah aturan seperti pembatasan usia.

         

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H