Paus Fransiskus Kritik Kudeta Myanmar Di Kala Junta Berkelit

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menggunakan ketapel saat mereka berlindung di belakang barikade selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Dilaporkan puluhan pendemo terluka dan meninggal saat aparat berupaya membubarkan kerumunan. REUTERS/Stringer

    Seorang pria menggunakan ketapel saat mereka berlindung di belakang barikade selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Dilaporkan puluhan pendemo terluka dan meninggal saat aparat berupaya membubarkan kerumunan. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus memanfaatkan momen khotbah hari raya Paskah untuk menyinggung isu-isu terhangat di dunia. Beberapa yang ia singgung adalah situasi kudeta di Myanmar dan konflik di Tigray. Paus Fransiskus menyebutnya sebagai skandal bersenjata dan menganggap memperburuk situasi pandemi COVID-19 yang belum usai.

    "Pandemi COVID-19 masih menyebar, diikuti dengan krisis ekonomi dan sosial yang parah, terutama bagi yang miskin. Namun -- skandal ini -- konflik bersenjata tetap berjalan dan gudang persenjataan militer terus diperkuat," ujar Paus Fransiskus pada Ahad kemarin, dikutip dari kantor berita Reuters, 4 April 2021.

    Seperti diberitakan sebelumnya, situasi di Myanmar kian ganas. Militer Myanmar secara terang-terangan mengincar, bahkan membunuh, warga yang melakukan perlawanan dan mendesak mereka untuk segera mengakhiri kudeta. Namun, Militer Myanmar mengklaim mereka sudah menahan diri dengan maksimal dalam menghadapi perlawanan warga.

    Paus Fransiskus memberkati para hadirin setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan 4 April 2021. Dalam pesan Paskahnya Paus Fransiskus meminta mempercepat distribusi vaksin COVID-19, terutama kepada orang miskin di dunia. Filippo Monteforte/Pool via REUTERS

    Menurut data dari Asosiasi Bantuan Hukum untuk Tahanan Politik, korban jiwa ada 550 lebih sementara tahanan politik ada 2.658 orang. Beberapa dari korban adalah anak kecil dengan yang termuda berada di kisaran usai 5-7 tahun.

    Sementara itu, perihal jumlah tahanan politik, kemungkinan besar akan terus bertambah. Perkembangan terbaru, Militer Myanmar menerbitkan 60 surat penangkapan untuk influencer, model, musisi, aktivis, hingga politisi. Mereka hendak ditangkap atas tuduhan memprovokasi warga.

    Hari ini, warga Myanmar akan kembali menggelar demonstrasi untuk mendesak kudeta diakhiri. Adapun demonstrasi tersebut juga akan meminta komunitas internasional untuk tidak ragu melakukan intervensi langsung dan juga sebagai apresiasi terhadap kelompok etnis bersenjata yang memutuskan berada di pihak warga. Pada Paskah kemarin, aksi lebih sederhana dengan melukis telur-telur Paskah dengan kata-kata perjuangan. 

    Telur paskah dilukis dengan slogan-slogan protes menentang kudeta militer, di Mandalay, Myanmar 3 April 2021. Sejak kudeta 1 Februari korban tewas tercatat mencapai 557 orang. REUTERS

    Paus Fransiskus melanjutkan, dia berharap situasi di Myanmar bisa berakhir atau dituntaskan secara damai dan menghormati hak-hak asasi manusia. Hal itu menyusul kekhawatiran sejumlah pihak bahwa keterlibatan kelompok etnis bersenjata akan memicu perang saudara di Myanmar.

    "Semoga upaya untuk menyelesaikan konflik secara damai terus berjalan, terutama menghormati hak-hak asasi manusia dan nilai dari sebuah nyawa Bisa melalui dialog secara kekeluargaan, konstruktif, dengan semangat rekonsiliasi dan persaudaraan," ujar Paus Fransiskus.

    Seperti Paskah tahun lalu, perayaan kali ini digelar secara lebih sederhana. Publik dilarang berkumpul di Vatikan untuk mendengarkan khotbah Paus Fransiskus. Adapun ibadah selama Paskah tahun ini hanya dihadiri kurang lebih 200 orang yang ditempatkan di altar kedua St. Peter Basilica. Umumnya, dalam momen Paskah, 10 ribu orang bisa berkumpul di alun-alun St. Peter.

    Baca juga: Militer Myanmar Kembali Klaim Telah Menahan Diri Sepanjang Kudeta

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H