Cina Bantah Tuduhan Tutupi Data Penting Dalam Investigasi Asal Virus Corona

Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal muasal virus corona atau COVID-19 mengunjungi pameran tentang Cina memerangi Covid-19 di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 30 Januari 2021. WHO mengatakan berencana mengunjungi pasar makanan laut di pusat wabah awal serta Institut Virologi Wuhan. REUTERS/Thomas Peter

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina merespon tuduhan WHO bahwa mereka dengan sengaja menutup-nutupi data penting dalam investigasi asal virus Corona (COVID-19). Dikutip dari CNN, Kementerian Luar Negeri Cina membantah tuduhan tersebut dengan berkata mereka selalu bersikap kooperatif selama investigasi WHO berlangsung.

"Pemerintah Cina telah memfasilitasi hal-hal yang diperlukan tim investigasi untuk bekerja, mendemonstrasikan keterbukaan dan tanggung jawab kami," ujar Kementerian Luar Negeri Cina, Rabu, 31 Maret 2021.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan bahwa hasil investigasi asal usul COVID-19 pada Januari lalu sesungguhnya belum komplit. Sebab, kata ia, Pemerintah Cina menahan sejumlah data mentah terkait awal pandemi COVID-19. Alhasil, kata Ghebreyesus, tim investigatornya tidak mendapatkan gambaran paling lengkap soal asal usul COVID-19.

Investigasi itu sendiri sempat terkendala beberapa hal. Selain investigator sempat tidak mendapat izin masuk ke Cina, negeri tirai bambu itu sendiri menentang investigasi asal-usul COVID-19. Cina menganggap investigasi COVID-19 bernada politis mengingat pengusulnya adalah Amerika dan Australia yang bermasalah dengannya. Cina akhirnya menyetujui investigasi itu selama pihaknya dilibatkan.

Tim investigator WHO menghabiskan kurang lebih empat pekan dalam menyelidiki asal usul COVID-19 di Cina yang diyakini sebagai ground zero, titik awal. Mereka mengunjungi berbagai rumah sakit dan pasar hewan, melakukan penelitian sambil diawasi aparat Cina. Hasilnya, tim investigator berkesimpulan COVID-19 tidak lahir di Cina, tetapi dibawa ke Cina oleh hewan. Walau begitu, di Cina lah penyebaran virus itu tak terkendali.

Petugas keamanan berjaga di depan pasar saat tim WHO penyelidik asal-usul virus corona mengunjungi pasar makanan laut Huanan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, Ahad, 31 Januari 2021. Tim WHO berencana mengunjungi pasar Huanan dan Institut Virologi Wuhan. REUTERS/Thomas Peter

Hal yang belum terjawab adalah dari mana virus COVID-19 datang dan bagaimana penyebarannya dimulai. Ghebreyesus meminta adainvestigasi kolaboratif lagi dengan durasai lebih panjang dan akses berbagai data yang lebih komprehensif. Tim Investigator WHO mendukung hal itu, mengakui data mereka memang belum komplit.

Pemerintah Cina, dikutip dari CNN, belum mengiyakan hal tersebut. Namun, mereka meminta agar investigasi serupa dilakukan di negara lain. Sebagai catatan, media-media pemerintah Cina sempat memainkan isu bahwa virus COVID-19 sudah lama ada sebelum wabah meledak di Wuhan.

Peter Daszak, anggota tim investigator WHO, menyatakan belum ada rencana bagi timnya untuk kembali ke Cina melakukan investigasi tahap kedua. Walau begitu, kata ia, komunikasi dengan CIna sudah dilakukan soal bagaimana investigasi selanjutnya bisa dilakukan jika memungkinkan.

Beberapa pakar pesimis Cina akan bersikap terbuka kalaupun ada investigasi asal virus Corona kedua. Hal itu menyusul memburuknya hubungan Cina dengan beberapa negara barat terkait COVID-19 yang ikut berdampak ke WHO. "Selama ada halangan politik, Cina tidak akan sepenuhnya kooperatif," menurut anggota Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika, Yanzhong Huang.

Baca juga: WHO Sebut Hasil Investigasi Asal-usul COVID-19 di Cina Belum Komplit

ISTMAN MP | CNN







Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

6 jam lalu

Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

Gelombang COVID-19 baru sedang terjadi di Eropa ketika cuaca dingin tiba dengan jumlah kasus baru naik 8 persen sementara minat untuk vaksin turun.


Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

20 jam lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

22 jam lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

1 hari lalu

Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

Honda menurunkan rencana produksi di dua pabrik di Jepang karena terkendala rantai pasokan dan logistik yang dipicu oleh wabah Covid-19.


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

2 hari lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

2 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

3 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

4 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

4 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.