Presiden Joe Biden Sebut Vladimir Putin Pembunuh

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden selama pertemuan mereka di Moskow 10 Maret 2011. [REUTERS / Alexander Natruskin]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Joe Biden secara tidak langsung menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh selama wawancara dengan ABC yang ditayangkan pada Rabu.

Presiden Joe Biden duduk dengan George Stephanopoulos dari ABC News untuk wawancara mengenai sejumlah isu pada Selasa, termasuk intervensi Rusia dalam pilpres AS 2020.

Presiden Rusia Vladimir Putin diyakini mengarahkan upaya untuk mencoba memenangkan Donald Trump dalam pilpres AS melawan Joe Biden, menurut laporan intelijen Amerika yang dirilis pada Selasa, Reuters melaporkan.

Laporan setebal 15 halaman, yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, menambahkan tuduhan lama bahwa beberapa orang dekat Trump bersekongkol dengan Moskow untuk memperkuat klaim yang dibuat terhadap calon Joe Biden oleh tokoh-tokoh Ukraina yang terkait dengan Rusia menjelang pemilihan presiden AS 3 November. Laporan itu juga mengatakan ada temuan baru bahwa Putin mengawasi atau setidaknya menyetujui campur tangan Rusia dalam pilpres AS untuk menguntungkan Trump.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan peserta kampanye relawan nasional We Are Together di Kremlin di Moskow, Rusia 4 Maret 2021. [Sputnik / Alexei Druzhinin / Kremlin via REUTERS]

Menanggapi laporan intelijen ini, Joe Biden mengatakan kepada Stephanopoulos bahwa dia telah memperingatkan Putin tentang kemungkinan pembalasan darinya selama panggilan telepon pada akhir Januari.

"Dia akan membayar harganya," kata Biden. "Kami mengobrol lama, dia dan saya, ketika kami, saya cukup mengenalnya. Dan percakapan dimulai, saya berkata, 'Saya mengenal Anda dan Anda mengenal saya. Jika saya memastikan ini terjadi, maka bersiaplah."

"Jadi, Anda kenal Vladimir Putin. Menurut Anda, dia pembunuh?" tanya Stephanopoulos, dikutip dari ABC News, 18 Maret 2021.

"Mmm hmm, saya mengiyakan itu," jawab Biden.

Presiden Joe Biden tidak menjelaskan lebih lanjut apa konsekuensi yang akan dilancarkannya kepada Putin.

Baca juga: Joe Biden Dikabarkan Minta Vladimir Putin Bebaskan Alexei Navalny

Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besarnya untuk AS, Anatoly Antonov, kembali ke Moskow untuk membahas masa depan hubungan Rusia dengan Amerika Serikat, setelah peringatan Joe Biden ke Putin, Reuters melaporkan.

Kemenlu Rusia mengatakan pemulangan duta besarnya untuk memastikan hubungan bilateral tidak rusak dan tidak dapat diperbaiki.

"Hal utama bagi kami adalah menentukan cara bagaimana hubungan Rusia-Amerika yang sulit, yang telah menyebabkan jalan buntu Washington dalam beberapa tahun terakhir, dapat diperbaiki," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan di situsnya

"Kami tertarik untuk mencegah degradasi yang tidak dapat diubah jika Amerika menyadari risiko yang terlibat," tutur Zakharova.

Rusia sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa mereka mengintervensi pemilihan presiden AS, dan menyebut tuduhan itu tidak berdasar.

Presiden Joe Biden baru menjabat dua bulan setelah mengalahkan petahana Republik Donald Trump dalam pilpres AS 2020.

ABC NEWS | REUTERS






Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

19 menit lalu

Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

Insiden penembakan di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang, termasuk 11 anak-anak, dan melukai 24 lainnya.


Kepala Keamanan Presiden Uruguay Ditangkap, Bantu Warga Rusia Ilegal

47 menit lalu

Kepala Keamanan Presiden Uruguay Ditangkap, Bantu Warga Rusia Ilegal

Kepolisian Uruguay menangkap kepala keamanan pribadi presiden Luis Lacalle Pou karena membantu warga Rusia masuk secara ilegal


Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

1 jam lalu

Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

Tokyo mengajukan protes keras dan akan melakukan pembalasan karena diplomatnya diusir Rusia karena dianggap mata-mata


Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

2 jam lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

3 jam lalu

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

Putin, mantan kepala mata-mata Rusia, mengatakan pada 2017 bahwa Edward Snowden salah karena membocorkan rahasia AS


Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

3 jam lalu

Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

Pemerintah Denmark meminta kapal menghindari radius lima mil laut dari pulau Bornholm setelah terjadi kebocoran gas dari pipa Nord Stream 2 Rusia


Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

4 jam lalu

Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

Mewakili Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB, Menlu Retno menyoroti perlunya kerja sama global di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman krisis ekonomi.


Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

4 jam lalu

Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini bahwa Presiden Vladimir Putin bersungguh-sungguh mengenai penggunaan senjata nuklir dalam perang Ukraina untuk membela Rusia.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

5 jam lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

6 jam lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.