Dokumen PBB Sebut Korea Utara Masih Kembangkan Senjata Nuklir

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Detik-detik peluncuran proyektil jarak pendek di Wonsan, Korea Utara, Sabtu, 4 Mei 2019 waktu setempat. Sejumlah analis menduga Korea Utara berusaha memperkuat tekanan kepada Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un gagal mencapai kesepakatan tentang denuklirisasi dalam KTT di Hanoi, Vietnam Februari lalu. KCNA via REUTERS

    Detik-detik peluncuran proyektil jarak pendek di Wonsan, Korea Utara, Sabtu, 4 Mei 2019 waktu setempat. Sejumlah analis menduga Korea Utara berusaha memperkuat tekanan kepada Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un gagal mencapai kesepakatan tentang denuklirisasi dalam KTT di Hanoi, Vietnam Februari lalu. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah dokumen rahasia PBB yang bocor pada Senin, 8 Februari 2021, menyebutkan Korea Utara masih menjaga dan mengembangkan program nuklir serta rudal balistik sepanjang 2020. Tindakan tersebut jelas melanggar sanksi internasional ke Korea Utara.

    Korea Utara diduga mendapat pendanaan dari peretasan dunia maya sampai senilai USD 300 juta atau Rp 4,1 triliun. Uang itu digunakan untuk membantu mengembangkan program senjata mereka.

    Gambar satelit yang dipublikasi sebuah lembaga kajian dari Amerika Serikat memperlihatkan adanya aktivitas di pusat nuklir Korea Utara. Sumber: Reuters

    Baca juga: HAM PBB: Korea Utara Menyiksa Tahanan di Penjara 

    Laporan yang disusun oleh tim pengawas sanksi independen menyebut Pyongyang memproduksi material fisil, mempertahankan fasilitas-fasilitas nuklirnya dan meningkatkan infrastruktur rudal balistiknya. Bukan hanya itu, Korea Utara juga terus mencari bahan-bahan dan teknologi dari luar negeri untuk menunjang program mereka.

    Dalam laporan PBB tersebut disebutkan, sebuah negara anggota PBB melihat berdasarkan ukuran rudal-rudal Korea Utara, maka kemungkinan besar itu adalah sebuah rudal nuklir, yang bisa meluncur sangat jauh, jarak sedang dan jarak pendek.       

    “Negara anggota tersebut (tidak disebut namanya), juga menyatakan masih belum yakin sepenuhnya apakah Korea Utara mengembangkan rudal balistik yang tahan panas saat dimasukkan kembali ke atmosfir,” demikian bunyi laporan PBB   

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin, 8 Februari 2021, mengatakan Washington berencana melakukan sebuah pendekatan baru, yang diantaranya menggandeng sekutu-sekutu Amerika untuk bersama-sama mengevaluasi sejumlah opsi yang ada saat ini untuk menekan Korea Utara dan potensi diplomasi di masa depan.

    Sepanjang 2020, Korea Utara tidak melakukan uji coba nuklir atau pun rudal balistik. Namun Pyongyang mengumumkan persiapan melakukan uji coba dan produksi rudal-rudal balistik dengan hulu ledak yang baru.

    Pyongyang juga menyebut mengembangkan senjata nuklir taktis. Utusan Korea Utara untuk PBB di New York, Amerika Serikat belum mau berkomentar mengenai laporan tersebut.

        

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-northkorea-sanctions-un/north-korea-developed-nuclear-missile-programs-in-2020-u-n-report-idUSKBN2A82G2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.