Pemerintahan Joe Biden Bersih-bersih Para Loyalis Donald Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang mencabut larangan Presiden Trump terhadap orang transgender yang bertugas di militer, saat ia bertemu dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Lloyd Austin di Oval Office di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021.[REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang mencabut larangan Presiden Trump terhadap orang transgender yang bertugas di militer, saat ia bertemu dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Lloyd Austin di Oval Office di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021.[REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joe Biden mulai "membersihkan" Gedung Putih dan lembaga pemerintahan dari loyalis Donald Trump setelah dua pekan menjabat.

    Selama dua minggu terakhir, pemerintahan baru telah berupaya untuk mencopot sejumlah pejabat yang ditunjuk Trump di berbagai lembaga dan dewan pemerintah. Sementara beberapa telah pergi diam-diam, yang lain tidak, mengajukan pertanyaan tentang otoritas hukum yang dipegang Presiden Joe Biden dalam mencopot orang yang ditunjuk oleh pendahulunya.

    Pada hari Senin, Menteri Pertahanan yang baru dilantik Lloyd Austin memecat ratusan anggota di 42 dewan penasihat, termasuk sejumlah orang yang ditunjuk Trump pada menit-menit terakhir kepresidenannya seperti mantan manajer kampanye Corey Lewandowski dan David Bossie, wakil manajer kampanye Trump.

    Pada hari Selasa, delapan anggota Federal Service Impasses Panel (FSIP) mengundurkan diri atas permintaan pemerintah Biden, menurut Aloysius Hogan, juru bicara Otoritas Hubungan Perburuhan Federal, yang mengawasi FSIP. Dua anggota lainnya yang menolak untuk mengundurkan diri dari panel, yang menyelesaikan perselisihan antara lembaga pemerintah dan kelompok buruh, diberhentikan pada pukul 17.00 PM pada hari itu, CNN dikutip dari CNN, 7 Februari 2021.

    Pada hari Rabu, Roger Severino, seorang yang ditunjuk Trump di Dewan Konferensi Administratif Amerika Serikat (ACUS), menggugat di pengadilan distrik DC untuk mencegah pencopotannya dari dewan atas dasar bahwa presiden tidak memiliki wewenang untuk menghentikannya.

    "Upaya Presiden Biden untuk mengeluarkan saya, yang bertentangan dengan hukum, memperlihatkan bagaimana janjinya untuk menyembuhkan dan menyatukan semua orang Amerika sebagai manipulasi sinis," kata Severino, beberapa jam setelah laporan CNN diterbitkan pada hari Sabtu.

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Roger Severino, yang diangkat menjadi dewan Konferensi Administratif Amerika Serikat pada hari-hari terakhir kepresidenan Donald Trump, menegaskan bahwa Kantor Personalia Kepresidenan Gedung Putih memintanya untuk mengundurkan diri pada Rabu sore. Gugatan tersebut menuduh bahwa jika dia menolak, dia akan dipecat, Politico melaporkan.

    Trump mengumumkan niatnya untuk menunjuk Severino ke dewan penasihat pada Juli, dan Severino menerima pengangkatannya dua minggu lalu. Dia berpendapat bahwa dewan itu terpisah dari kekuatan eksekutif manapun dan bahwa presiden tidak memiliki wewenang untuk memecatnya sesuka hati. Ketika dia menanyakan alasan pemecatannya, Gedung Putih tidak menanggapi, kata gugatan itu.

    Severino menyatakan dalam gugatan itu bahwa dia menerima email yang dikirim pada hari Selasa atas nama Presiden Biden, yang memintanya untuk mengundurkan diri pada hari Rabu pukul 17.00 waktu Washington, atau pengangkatannya ke dewan akan dihentikan.

    Menurut gugatan tersebut, tiga orang yang ditunjuk Trump lainnya ke dewan juga menerima permintaan serupa untuk mengundurkan diri atau berisiko diberhentikan.

    Pada Rabu pukul 10:00 malam, keempat orang yang ditunjuk Trump yang disebutkan dalam gugatan itu tidak lagi muncul di situs dewan, meskipun Ronald Cass dan Adrian Vermeule, yang ditunjuk oleh Trump bersama Severino, tetap ada.

    Baca juga: Joe Biden Enggan Berikan Pengarahan Intelijen ke Donald Trump

    Pemerintahan Biden juga telah mengeluarkan orang-orang dari Voice of America, yang telah diprotes karena VOA digunakan pemerintahan Trump untuk media propaganda. 

    Dua orang yang ditunjuk untuk Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional, yang mengawasi pengembangan properti federal di wilayah DC, juga telah diberhentikan.

    "Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional telah diberitahu oleh Gedung Putih pada 3 Februari 2021 bahwa presiden yang ditunjuk Ketua Paul Dans dan Komisaris Gibson Worsham tidak lagi menjadi anggota Komisi," kata juru bicara NCPC.

    "Pemerintahan Biden sedang melakukan peninjauan menyeluruh atas penunjukan peninggalan di dewan, komisi, dan dewan penasihat," kata juru bicara Gedung Putih Michael Gwin.

    Menurut seorang pejabat Gedung Putih, sebagai bagian dari peninjauan tersebut, pemerintahan Joe Biden mengatakan dapat mencopot individu yang keanggotaannya di dewan tidak akan melayani kepentingan publik.

    CNN | POLITICO

    Sumber:

    https://edition.cnn.com/2021/02/06/politics/biden-removing-trump-board-appointments/index.html

    https://www.politico.com/news/2021/02/03/trump-appointee-biden-advisory-board-465732


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.