WHO Bantu Negara Miskin Pastikan Vaksin COVID-19 Pfizer Aman

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol vaksin Pfizer untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) terlihat di pusat vaksinasi Messe Luzern fairground, di Lucerne, Swiss 23 Desember 2020. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

    Botol vaksin Pfizer untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) terlihat di pusat vaksinasi Messe Luzern fairground, di Lucerne, Swiss 23 Desember 2020. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech aman digunakan. Hal itu untuk membantu negara-negara miskin yang tidak memiliki badan regulator obat-obatan atau tidak memiliki kapasitas untuk menguji vaksin. Dengan begitu, negara-negara miskin tak akan ragu untuk memakai vaksin COVID-19 Pfizer.

    "Hal ini langkah positif untuk memastikan adanya akses global terhadap vaksin COVID-19. Sekarang, organisasi seperti UNICEF atau Organisasi Kesehatan Pan-Amerika bisa mengamankan suplai untuk negara tujuan kampanye vaksinasi mereka," ujar Asisten Direktur Jenderal WHO, Mariangela Simao, dikutip dari CNN, Sabtu, 2 Januari 2021.

    Simao melanjutkan bahwa pengesahan vaksin COVID-19 Pfizer oleh WHO ini baru awal saja. Ia berkata, WHO juga tengah menguji vaksin-vaksin COVID-19 dari pengembang lainnya. Dengan begitu, pilihan vaksin COVID-19 yang bisa diambil oleh negara miskin pun kian banyak. Ia meminta para pengembang vaksin untuk tidak ragu mengajukan pengujian ke WHO.

    Selain itu, Simao menambahkan bahwa pengesahan tak akan ada artinya apabila suplai vaksin COVID-19 untuk negara miskin tidak ada. Oleh karenanya, ia berharap berbagai pengembang vaksin memastikan ada cukup suplai untuk mereka, tidak untuk negara-negara maju saja.

    "Saya ingin menegaskan pentingnya kerjasama global untuk memastikan ada cukup suplai vaksin untuk memenuhi kebutuhan di manapun," ujar Simao. Sebagai catatan, WHO telah membentuk organisasi inisiatif bernama COVAX yang berfungsi mengumpulkan dana sumbangan untuk mengamankan suplai vaksin bagi negara miskin.

    Untuk memastikan vaksinasi di negara miskin nantinya lancar, Simao menjamin WHO juga akan membantu proses tersebut. Pada tanggal 5 Januari nanti, kata ia, para pakar imunisasi WHO akan berkumpul untuk menyusun kebijakan dan rekomendasi prosedur vaksinasi yang bisa dipakai. Hal itu termasuk soal penyimpanan vaksin COVID-19 Pfizer yang membutuhkan kontainer dengan suhu -60 derajat Celcius.

    Vaksin COVID-19 lain yang diprediksi akan menyusul Pfizer adalah Moderna dan AstraZeneca. AstraZeneca, misalnya, belum lama ini mendapatkan pengesahan dari badan regulator obat-obatan di Inggris. Di sana, vaksin COVID-19 AstraZeneca akan mulai digunakan pada 4 Januari.

    AstraZeneca sendiri berkomitmen menyediakan ratusan juta dosis vaksin COVID-19 untuk negara dengan perekonomian menegah ke bawah. Hal itu, kata mereka, akan bersifat sukarela dan sudah mencakup pengantaran ke negara terkait.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2021/01/01/world/who-pfizer-biontech-vaccine-approved-intl/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.