Presiden Erdogan Akan Kunjungi Indonesia Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden RI Joko Widodo di sela KTT G20, di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.[Biro Pers dan Media Presiden RI]

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden RI Joko Widodo di sela KTT G20, di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.[Biro Pers dan Media Presiden RI]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan berkunjung ke Indonesia tahun depan. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di kantornya.

    "Ini merupakan kunjungan balasan Presiden Erdogan terhadap kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ankara pada 2017," kata Retno dalam konferensi pers virtual bersama Cavusoglu, Selasa, 22 Desember 2020.

    Menurut Retno, kunjungan ini akan menandai peningkatan hubungan antara Indonesia dan Turki ke tatanan yang baru. Ia menjelaskan dalam kunjungan tersebut, kedua negara bakal menjajaki pembentukan High-Level Strategic Council (Dewan Strategis Tingkat Tinggi) yang akan menjadi forum bagi para pemimpin kedua negara untuk membahas secara regular berbagai isu strategis bilateral, regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama.

    Selain itu, kedatangan Cavusoglu merupakan kunjungan bilateral Menteri Luar Negeri Turki  ke Indonesia yang pertama kali dalam kurun 15 tahun terakhir. Cavusoglu pun akan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Jokowi.

    Kunjungan Presiden Jokowi ke Turki pada September 2017 lalu yaitu untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengenai Palestina. "Ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel," ucap Jokowi sebelum keberangkatannya waktu itu.

    Dalam KTT Luar Biasa di Turki tersebut Jokowi menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat. "Meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina serta menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan baik secara bersama maupun secara individu untuk membela Palestina," kata Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.