Kompleks Kedutaan Besar Amerika di Baghdad Dihajar 8 Roket

Sebuah Rudal darat-ke-darat, yang dinamai martir Qassem Soleimani diluncurkan oleh Iran di lokasi yang tidak diketahui di Iran, 20 Agustus 2020. Nama Qassem Soleimani diambil dari nama pemimpin Pasukan Quds Iran yang terbunuh dalam serangan AS terhadap iring-iringan mereka di Bandara Baghdad pada Januari 2020. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Delapan roket jenis Katyusha mendarat di kompleks Kedutaan Besar Amerika yang berlokasi di zona hijau Baghdad. Menurut keterangan dari Militer Irak, tidak ada korban jatuh dalam serangan tersebut namun gedung-gedung Kedutaan Besar Amerika mengalami kerusakan.

"Roket ditembakkan oleh kelompok pemberontak. Sebagian besar roket menyasar kawasan hunian dan titik pemeriksaan di zona itu. Gedung dan mobil rusak sementara satu tentara Irak terluka," ujar pernyataan pers Militer Irak, dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 21 Desember 2020.

Militer Irak melanjutkan bahwa sejatinya ada sembilan roket yang diluncurkan ke arah kompleks Kedutaan Besar Amerika. Salah satu roket berhasil dialihkan berkat sistem anti-roket yang terpasang di zona hijau tersebut.

Menanggpi serangan yang terjadi, Kedutaan Besar Amerika di Irak mengutuk serangan itu. Mereka meminta Pemerintah Irak untuk bertindak tegas mencegah serangan serupa terjadi lagi di kemudian hari.

"Sejumlah roket menyasar zona internasional yang mengaktifkan sistem pertahanan Kedutaan Besar Amerika. Ada beberapa kerusakan minor di Gedung Kedutaan Besar, namun tidak ada korban meninggal," ujar pernyataan pers Kedutaan Besar Amerika di Irak. Amerika juga mengancam akan menutup kedutaannya jika insiden serupa terulang lagi.

Per berita ini ditulis, belum ada kelompok pemberontak yang mengklaim sebagai dalang atas serangan itu. Walau begitu, serangan ke properti milik Pemerintah Amerika adalah hal yang sering terjadi di Irak.

Oktober lalu, milisi pemberontak di Irak mengatakan bahwa serangan ke properti Amerika akan dihentikan selama mereka mendapat rincian penarikan pasukan dari Timur Tengah. Sebagaimana diketahui, inkumben Presiden Amerika Donald Trump mencoba menarik 5000 pasukannya di Irak sebagai bagian dari rencana damai di Timur Tengah. Targetnya, penarikan berakhir 2021.

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-iraq-security/rockets-fired-at-u-s-embassy-land-inside-baghdads-green-zone-damaging-compound-idUSKBN28U0QF







Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Samuel Eto'o Terlibat Pertengkaran di Piala Dunia 2022

Mantan striker Kamerun Samuel Eto'o bentrok dengan seorang pria yang memegang kamera video.


Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

3 hari lalu

Pembantaian Pisang, Ribuan Buruh Dibunuh Karena Disebut Komunis

Ribuan orang dibantai secara massal di Kolombia pada 5-6 Desember 1928. Peristiwa ini disebut Pembantaian Pisang.


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

6 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

8 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

8 hari lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

9 hari lalu

Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

Warga Amerika tersebut diduga mengumpulkan dana untuk kelompok separatis Kamerun. Mereka bersekongkol menculik warga sipil untuk minta tebusan.


Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

9 hari lalu

Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

Potensi penjualan ke Qatar disetujui setelah pada awal tahun ini Presiden Amerika Joe Biden menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO.


Pramugara Tewas Serangan Jantung, Pesawat Gulf Air Mendarat Darurat di Irak

10 hari lalu

Pramugara Tewas Serangan Jantung, Pesawat Gulf Air Mendarat Darurat di Irak

Pilot maskapai Gulf Air terpaksa mendarat darurat dari Bahrain ke Irak setelah pramugara Yasser Saleh Al Yazidi tewas di udara


Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

10 hari lalu

Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

Amerika menyatakan ini adalah momen untuk menegaskan kembali apa yang mereka yakini terkait dengan kebebasan berkumpul dan protes damai.


Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

11 hari lalu

Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

Federasi Sepak Bola Iran mengatakan telah mengajukan keluhan kepada FIFA atas penghapusan simbol Allah dari bendera Republik Islam.