Trump Bakal Kurangi Pasukan Amerika di Irak Hingga 3,500 Tentara

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menengok pasukan militer Amerika Serikat yang sedang bertugas di Irak, Rabu, 26 Desember 2018. Sumber: edition.cnn.com

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menengok pasukan militer Amerika Serikat yang sedang bertugas di Irak, Rabu, 26 Desember 2018. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.COWashington – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bakal mengurangi jumlah pasukan di Irak sebanyak sepertiga menjadi sekitar 3,500 pasukan.

    Pejabat Amerika mengatakan langkah ini dilakukan dalam beberapa bulan mendatang seiring komitmen Presiden Donald Trump untuk mengurangi pasukan di sana.

    “Amerika saat ini memiliki sekitar 5,200 pasukan di Irak untuk memerangi kelompok militan ISIS,” begitu dilansir Reuters pada Jumat, 28 Agustus 2020.

    Pejabat pasukan koalisi Amerika di Irak, yang enggan disebut namanya, mengatakan pasukan Irak saat ini mampu mengatasi sisa kelompok ISIS.

    Pemerintah AS dan Irak membuat komitmen pada Juni untuk mengurangi jumlah pasukan AS di sana. Washington tidak memiliki rencana untuk membuat pangkalan militer permanen atau kehadiran militer permanen.

    Pada kampanye pemilu Presiden AS 2016, Trump berkampanye untuk mengakhiri perang tanpa akhir yang dilakukan Amerika.

    Namun, pasukan AS tetap tinggal di sejumlah negara seperti Afganistan, Irak, dan Suriah meski dalam jumlah yang kecil.

    Pentagon belum menanggapi soal ini. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak pada Agustus ini, Trump mengulangi janjinya untuk menarik pasukan AS dari Irak.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-usa-iraq-military/u-s-expected-to-reduce-troops-in-iraq-by-a-third-to-about-3500-official-idUSKBN25O2DI?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

    Jaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 dengan panduan langsung dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).