Virus Flu Burung Mengancam Industri Unggas di Eropa

Ayam kampung terlihat di lapangan di luar Munich, Jerman bagian selatan, 8 Agustus 2017. [REUTERS / Michael Dalder]

TEMPO.CO, Jakarta - Virus flu burung yang sangat menular dan mematikan menyebar dengan cepat di Eropa dan membuat industri peternakan unggas semakin khawatir dengan ancaman kerugian ekonomi yang signifikan.

Beberapa pekan terakhir virus flu burung telah ditemukan di Prancis, Belanda, Jerman, Inggris, Belgia, Denmark, Irlandia, Swedia, dan untuk pertama kalinya pada pekan ini ditemukan di Kroasia, Slovenia dan Polandia, setelah melanda Rusia, Kazakhstan, dan Israel.

Sebagian besar kasus terjadi pada unggas liar yang bermigrasi tetapi kini wabah telah dilaporkan sampai ke peternakan, yang menyebabkan kematian atau pemusnahan setidaknya 1,6 juta ayam dan bebek sejauh ini di seluruh wilayah, menurut laporan Reuters, 27 November 2020.

Di Belanda, pengekspor daging dan telur ayam terbesar di Eropa, hampir 500.000 ayam mati atau dimusnahkan karena virus pada musim gugur ini, dan lebih dari 900.000 ayam mati di satu peternakan tunggal di Polandia minggu ini, kata kementerian negara tersebut.

"Risiko penularan di peternakan unggas dan lebih banyak kasus di antara unggas liar lebih tinggi daripada dua tahun terakhir karena kemunculan masif berbagai virus flu burung di Eropa," kata juru bicara Institut Friedrich-Loeffler, sebuah badan penelitian penyakit hewan federal Jerman.

Unggas yang mati di Rusia mencapai 1,8 juta pada akhir Oktober, dengan hampir 1,6 juta di antaranya terjadi di satu peternakan dekat Kazakhstan, menurut data Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE).

Strain utama virus flu burung yang ditemukan tahun ini di Eropa adalah H5N8, yang memusnahkan ternak pada 2016/17 ketika wilayah tersebut mencatat wabah terbesar pada unggas dan burung liar, tetapi ada juga laporan H5N5 dan H5N1.

Meskipun risiko terhadap manusia rendah, Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) mengatakan minggu ini bahwa evolusi virus perlu dipantau secara ketat. Suatu strain H5N1 telah diketahui bisa menyebar ke manusia.

Pelaku industri unggas Uni Eropa mengatakan mereka sangat prihatin dengan wabah terbaru tetapi mereka yakin sekarang lebih berpengalaman dalam menangani wabah.

"Kami telah bekerja sangat keras untuk meningkatkan keamanan, untuk melatih peternak dan meningkatkan keterlacakan sehingga kami berharap jika ada kasus, kami dapat mengatasinya," kata Anne Richard, kepala lobi industri unggas ANVOL di Prancis.

Sebagian besar kabupaten telah menaikkan status kewaspadaan mereka ke level "tinggi", yang menyiratkan bahwa unggas dan burung dari semua jenis dipelihara di dalam ruangan atau dilindungi untuk menghindari kontak dengan burung liar.

Wabah flu burung seperti penyakit hewan lainnya seringkali mendorong negara pengimpor untuk memberlakukan pembatasan perdagangan.

Tindakan ini akan menambah beban akibat lockdown virus corona yang sudah diberlakukan, dan mengancam penjualan selama liburan akhir tahun.

"Sudah sulit untuk mengekspor dengan adanya COVID, itu akan membuatnya lebih buruk," kata Denis Lambert, kepala eksekutif grup unggas terbesar Prancis LDC, mengatakan pada Rabu.

Namun, pendekatan negara pengimpor unggas untuk membatasi pembatasan ke wilayah yang terkena virus akan membantu meringankan dampaknya.

Cina, misalnya, telah menghentikan impor produk unggas dari empat wilayah di Rusia karena flu burung, kantor berita TASS melaporkan pada hari Rabu.

Sumber:

https://uk.reuters.com/article/uk-health-birdflu-europe/fast-spreading-bird-flu-puts-eu-poultry-industry-on-edge-idUKKBN2861E9






Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

21 jam lalu

Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

Peluncuran ETA adalah bagian dari upaya Inggris untuk sepenuhnya mendigitalkan perbatasannya pada 2025.


Selalu Dihantui Rasa Lelah, Prilly Latuconsina Berusaha Nikmati Hidup Lewat Cara Ini

2 hari lalu

Selalu Dihantui Rasa Lelah, Prilly Latuconsina Berusaha Nikmati Hidup Lewat Cara Ini

Prilly Latuconsina merasa seperti hidup kembali setelah melakukan berbagai hal sederhana yang biasa tidak bisa dilakukannya karena sibuk bekerja.


Pasukan Rusia Pelajari Cara Kalahkan Tank Leopard 2 dan Abrams

6 hari lalu

Pasukan Rusia Pelajari Cara Kalahkan Tank Leopard 2 dan Abrams

Pasukan Rusia sedang mempelajari cara menghancurkan tank Leopard 2 dan M1 Abrams, yang akan dikirim Barat ke Ukraina, dengan pelatihan khusus


Antisipasi Penyebaran Flu Burung, 3 Ribu Bebek di Jepang Bakal Dimusnahkan

6 hari lalu

Antisipasi Penyebaran Flu Burung, 3 Ribu Bebek di Jepang Bakal Dimusnahkan

Sekitar 3 ribu bebek akan dimusnahkan di Jepang setelah pendeteksian wabah baru flu burung di sebuah peternakan unggas di Prefektur Saitama


Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

7 hari lalu

Harga Emas Dunia Diperkirakan Menguat, Apa Penyebabnya?

Harga emas dunia mencapai US$ 1.934,6 per troy ounce. Harga itu berdasarkan perdagangan pasar Eropa pukul 20.20 WIB.


Jerman Kirim Leopard 2 ke Ukraina, Rusia: Sia-sia dan Hanya Menguntungkan Amerika

8 hari lalu

Jerman Kirim Leopard 2 ke Ukraina, Rusia: Sia-sia dan Hanya Menguntungkan Amerika

Rusia menyatakan pengiriman tank moderen Leopard 2 Jerman , Abrams Amerika Serikat, atau Chalenger 2 Inggris ke Ukraina tidak akan berarti apa-apa.


Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

8 hari lalu

Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

Komisi Eropa diminta mengalokasikan dana untuk pengembangan infrastruktur yang memungkinkan peningkatan pengiriman gas dari Azerbaijan ke Uni Eropa.


Alex Marquez Bicara Keunggulan Tim Eropa dari Jepang di MotoGP

8 hari lalu

Alex Marquez Bicara Keunggulan Tim Eropa dari Jepang di MotoGP

Alex Marquez baru-baru ini mengomentari performa pabrikan Eropa yang lebih unggul dari tim Jepang di Grand Prix MotoGP.


Ford Berencana PHK 3.200 Pegawainya di Eropa

10 hari lalu

Ford Berencana PHK 3.200 Pegawainya di Eropa

Ford menyebutkan perubahan ke produksi mobil listrik telah membutuhkan perubahan struktural.


Bos Ducati Bicara Penyebab Turunnya Performa Pabrikan Jepang di MotoGP

10 hari lalu

Bos Ducati Bicara Penyebab Turunnya Performa Pabrikan Jepang di MotoGP

General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna turut mengomentari penurunan performa tim pabrikan Jepang di Grand Prix MotoGP dalam tiga musim terakhir.