Taiwan Cabut Sementara Izin Empat Perusahaan Penyalur TKI

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 21 Mei 2020. Sebanyak 133 PMI yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui PLBN Entikong Kalbar diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah dengan menggunakan KM Dharma Rucitra 9, dan setibanya di sana akan dijemput oleh pemerintah daerah masing-masing. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 21 Mei 2020. Sebanyak 133 PMI yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui PLBN Entikong Kalbar diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah dengan menggunakan KM Dharma Rucitra 9, dan setibanya di sana akan dijemput oleh pemerintah daerah masing-masing. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Perwakilan Taiwan (Taipei Economic and Trade Office/TETO) mengatakan negaranya menghentikan sementara penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dari empat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) karena dinilai tidak memenuhi protokol kesehatan. Empat perusahaan itu adalah PT. Sentosa Karya Aditama, PT. Vita Melati Indonesia, PT. Ekoristi Berkarya, dan PT. Graha Ayukarsa.

    TETO menjelaskan dalam satu bulan terakhir ada 28 orang PMI yang setelah memasuki Taiwan didiagnosis positif Covid-19. Sebanyak 20 orang di antaranya berasal dari empat perusahaan itu. "Oleh karena P3MI tersebut tidak memenuhi protokol kesehatan, Pemerintah Taiwan menghentikan sementara penempatan PMI dari empat P3MI tersebut," bunyi keterangan resmi TETO, Sabtu, 21 November 2020.

    Menurut TETO, jika empat P3MI ini telah memperbaiki protokol kesehatan serta memperoleh konfirmasi dan bukti bebas dari wabah Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mereka dapat mengajukan permohonan ke Pemerintah Taiwan. "Setelah mendapatkan izin baru dapat melaksanakan kembali penempatan PMI ke Taiwan," katanya.

    Selain itu, TETO menjelaskan bagi PMI yang memperoleh visa sebelum tanggal 19 November 2020 masih dapat memasuki Taiwan.  

    Sebelumnya, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengatakan ada 27 PMI yang dinyatakan positif Covid-19 saat tiba di negara Taiwan. Mereka ditempatkan oleh lima Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), belakangan diralat menjadi empat perusahaan.

    Benny menuturkan pemerintah tidak ingin dengan terjadinya peristiwa ini, pemerintah Taiwan menganggap Indonesia sengaja mengirimkan PMI yang terinfeksi Covid-19. "Dikhawatirkan hal ini bisa mengganggu hubungan Indonesia-Taiwan," tuturnya

    TETO membantah jika negaranya menganggap Indonesia sengaja mengirimkan pekerja migran yang positif Covid-19. Menurut mereka, pemerintah Taiwan dan pemerintah Indonesia bekerja sama  untuk mencegah pandemi virus corona agar tidak mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.