Taiwan Kembali Sambut Diplomat Amerika, Cina Marah Besar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Cina memiliki bintang berwarna kuning (kiri) dan bendera Taiwan memiliki bintang warga putih (kanan). Reuters

    Bendera Cina memiliki bintang berwarna kuning (kiri) dan bendera Taiwan memiliki bintang warga putih (kanan). Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Taiwan kembali membuat marah Cina. Gara-garanya, Taiwan kembali menyambut kedatangan diplomat Amerika pada Jumat nanti. Menurut Pemerintah Cina, hal tersebut bertentangan dengan upaya mereka untuk mengklaim Taiwan sebagai miliknya.

    Dikutip dari kantor berita Reuters, diplomat yang akan hadir bernama Andrew Wheeler. Dia adalah kepala dari Agensi Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika. Adapun Wheeler adalah diplomat ketiga Amerika yang mengunjungi Taiwan dalam empat bulan terakhir.

    "Atas undangan dari Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, kami menyambut Kepala dari Agensi Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Andrew Wheeler pada Jumat nanti. Kami akan membahas kerjasaam bilateral terkait isu-isu lingkungan hidup," ujar Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng, Jumat, 20 November 2020.

    Sebelum Wheeler, mereka yang lebih dulu berkunjung ke Taiwan adalah Menteri Kesehatan Alex Azar dan pejabat Kementerian Luar Negeri AS Keith Krach. Azar datang ke Taiwan pada bulan Agustus sementara Krach pada bulan September.

    Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, menyambut Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar, di kantor kepresidenan, Senin, 10 Agustus 2020. Reuters

    Ketika giliran Krach yang berkunjung, kehadirannya disambut operasi militer Cina di sekitar Taiwan. Bahkan, Cina mengirimkan belasan pesawat militernya ke wilayah penerbangan Taiwan. Membalas hal itu, Taiwan menerjunkan armada jet tempurnya untuk mengusir militer Cina.

    Su Tseng melanjutkan bahwa kehadiran Wheeler bukanlah sesuatu yang dadakan. Wheeler sudah diundang sejak tahun lalu dan baru bisa memenuhi undangan tersebut pada tahun ini. Perihal isu apa saja yang akan dibahas, Su Tseng menjanjikan hal tersebut akan diungkap begitu waktunya tepat.

    Di Beijing, Kementerian Luar Negeri Cina mengutuk apa yang dilakukan Taiwan dan Amerika. Menurut Cina, pertemuan mereka menandakan kedua negara tidak sensitif akan isu kedaulatan Taiwan. Oleh karenanya, Cina mendesak Taiwan dan Amerika membatalkan pertemuan mereka.

    "Cina akan merespon secara legal dan perlu atas situasi yang berkembang nantinya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian.

    Selama ini, Cina menganggap hubungan baik Amerka dan Taiwan sebagai halangan atas misi mereka. Sebab, dukungan Amerika memperkuat legitimasi Taiwan sebagai negara independen di komunitas internasional. Cina tidak ingin hal itu terjadi karena bisa menggagalkan upaya klaim. 

    Sementara itu, di Amerika, pihak Wheeler mengatakan bahwa mereka masih menyusun segala urusan logistik dari kunjungan ke Taiwan. Adapun kunjungan ke Taiwan, klaim mereka, berkaitan dengan pembahasan isu pencemaran laut, polusi udara, dan kesehatan anak-anak.

    ISTMAN MP | REUTERS

    https://www.reuters.com/article/us-taiwan-usa-diplomacy/taiwan-says-trump-cabinet-member-to-visit-angering-china-idUSKBN28005R?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.