Kunjungi Lokasi Teror Nice, Macron: Kami Tak Akan Menyerah pada Teroris

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin berbicara menyusul serangan penikaman di pinggiran kota Conflans-Sainte-Honorine Paris, Prancis, Jumat, 16 Oktober 2020. Korban tewas beberapa hari setelah mengajar tentang sekularisme dan kontroversi seputar penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo. Abdulmonam Eassa via REUTERS

    Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin berbicara menyusul serangan penikaman di pinggiran kota Conflans-Sainte-Honorine Paris, Prancis, Jumat, 16 Oktober 2020. Korban tewas beberapa hari setelah mengajar tentang sekularisme dan kontroversi seputar penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo. Abdulmonam Eassa via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron akhirnya meninjau lokasi terorisme di Nice yang memakan korban tiga orang. Di tengah kunjungannya, ia menegaskan bahwa Prancis tidak akan tunduk pada teroris dan Islam radikal.

    "Saya tergaskan lagi, kami tidak akan menyerah terhadap terorisme," ujar Emmanuel Macron, sebagaimana dikutip dari CNN, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Emmanuel Macron melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa Prancis benar-benar dalam kondisi diserang saat ini. Oleh karenanya, ia meminta warga Prancis untuk tetap solid dan jangan sampai peristiwa teror yang terjadi akhir-akhir ini memecah belah mereka.

    Sebagaimana diketahui, dalam dua pekan terakhir, total sudah dua kali Prancis berhadapan dengan kasus terorisme. Sebelum kasus di Nice, kasus serupa terjadi pada 16 Oktober lalu di Paris. Dalam kasus di Paris, seorang guru bernama Samuel Paty dibunuh karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dari Charlie Hebdo untuk mengajarkan kebebasan berpendapat.

    Menanggapi pernyataan Emmanuel Macron, Pemerintah Turki memperingatkan Prancis untuk tidak menggunakan kalimat-kalimat yang menyerang umat Muslim. Walau Turki mengecam aksi terorisme di Nice, mereka menegaskan bahwa hal itu tidak mengubah sikap mereka soal politis yang menyerang Islam.

    "Kami meminta pemimpin Prancis untuk menghindari kalimat-kalimat provokatif yang ditujukan kepada Muslim...Prancis harus bekerja untuk membangun jembatan demi mencegah perpecahan," ujar Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun.

    Hingga berita ini ditulis, identitas dan motif dari aksi terorisme di Nice belum terungkap sepenuhnya. Pelaku diduga kuat seorang Muslim karena beberapa kali mengucap Allah Akbar ketika beraksi. Adapun pelaku sekarang berada di rumah sakit karena dilumpuhkan dengan tembakan pistol. 

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/europe/live-news/nice-knife-attack-dle-intl/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.