Kecam Aksi Teror di Nice, Turki Deklarasikan Solidaritas dengan Prancis

Spesialis forensik memeriksa area terjadinya sebuah serangan yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan pisau di gereja Notre Dame di Nice, Prancis, 29 Oktober 2020. Seorang penyerang dengan pisau menewaskan tiga orang, termasuk seorang wanita yang dipenggal kepalanya, di sebuah gereja di kota Nice, Prancis. REUTERS/Eric Gaillard

TEMPO.CO, Jakarta - Turki ikut mengecam aksi terorisme di Notre-Dame Basilicia, Nice, Prancis. Dalam pernyataan persnya, mereka mengatakan bahwa tidak ada alasan apapun yang bisa menjustifikasi pembunuhan warga tidak bersalah di Nice.

"Sangat jelas bahwa mereka yang mengorganisir serangan brutal di tempat suci tersebut tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, moral, ataupun religiositas," ujar pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Turki, dikutip dari CNN, Kamis, 29 Oktober 2020.

Kementerian Luar Negeri Turki melanjutkan bahwa mereka menyatakan solidaritas terhadap para korban dan keluarga mereka. Mereka turut berduka atas apa yang terjadi dan berharap kasus tersebut dapat segera dituntaskan.

Turki tidak lupa menyinggung isu terorisme yang tengah dihadapi Prancis. Sebagaimana diketahui, dalam dua pekan terakhir, total sudah dua kali Prancis berhadapan dengan kasus terorisme. Sebelum kasus di Nice, yang menewaskan tiga orang, kasus serupa terjadi pada 16 Oktober lalu di Paris yang menewaskan seorang guru bernama Samuel Paty.

"Sebagai negara yang berurusan dengan berbagai macam terorisme dan kehilangan warga karenanya, kami menekankan solidaritas dengan warga Prancis, terutama penduduk Nice, terkait perang terhadap terorisme," ujar Kementerian Luar Negeri Turki menambahkan.

Belum diketahui apakah pernyataan terbaru dari Turki tersebut sekaligus sebagai ajakan 'gencatan' dengan Prancis. Beberapa hari terakhir, hubungan kedua negara memanas karena ucapan Presiden Emmanuel Macron dan karikatur dari Charlie Hebdo.

Emmanuel Macron menuding Islam Radikal sebagai dalang di balik sejumlah aksi teror di Prancis. Menurutnya, hal tersebut sebagai hasil dari krisis Islam. Oleh karenanya, ia akan bertindak lebih tegas terhadap komunitas Islam yang dirasa radikal, termasuk menutup masjid yang melindungi mereka.

Hal itu diperburuk dengan dukungan penerbitan kembali karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo. Bahkan, Charlie Hebdo edisi pekan ini menampilkan karikatur Erdogan sebagai sampul utamanya. Hal itu mendorong boikot produk-produk Prancis oleh Turki.

ISTMAN MP | CNN

https://edition.cnn.com/europe/live-news/nice-knife-attack-dle-intl/index.html






Indonesia Ingin 2 Uji Coba Internasional Sebelum ke Piala Dunia Amputasi 2022

16 menit lalu

Indonesia Ingin 2 Uji Coba Internasional Sebelum ke Piala Dunia Amputasi 2022

Timnas sepak bola amputasi Indonesia ingin ada 2 uji coba melawan Jepang sebelum berangkat ke Piala Dunia Amputasi 2022.


TKI Asal Bali Sakit Parah di Turki, Surati Jokowi Ingin Pulang ke Indonesia

3 jam lalu

TKI Asal Bali Sakit Parah di Turki, Surati Jokowi Ingin Pulang ke Indonesia

Dalam suratnya, Vira yang merupakan TKI asal Bali, muntah darah di Turki. Ia ingin pulang ke Indonesia.


Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

3 jam lalu

Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

Tiga tentara Suriah dilaporkan tewas dalam serangan udara Turki di pos-pos militer di pedesaan Aleppo


Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

7 jam lalu

Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

Pasukan keamanan Rusia mendarat di bandara Gao, Mali utara pada Senin, 15 Agustus 2022, di hari terakhir tentara Prancis menyelesaikan operasi mereka


40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

1 hari lalu

40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

Ikrar setia pada NKRI dilakukan oleh para napi terorisme yang sudah mengikuti program deradikalisasi


Hari ini 129 Tahun Silam, Hari Ketika Pelat Nomor Mulai Diperkenalkan

3 hari lalu

Hari ini 129 Tahun Silam, Hari Ketika Pelat Nomor Mulai Diperkenalkan

Melansir On the Road Trends, aturan pemasangan pelat nomor ini kemudian diikuti oleh beberapa negara, seperti Jerman pada 1896 dan Belanda pada 1898.


Prancis Hadapi Kebakaran Hutan Akibat Gelombang Panas

3 hari lalu

Prancis Hadapi Kebakaran Hutan Akibat Gelombang Panas

Prancis sampai harus mengerahkan petugas pemadam kebakaran dari sejumlah negara Eropa untuk memadamkan kebakaran hutan di sana.


Gelombang Panas di Eropa: Kebakaran di Prancis, Kekeringan di Inggris

4 hari lalu

Gelombang Panas di Eropa: Kebakaran di Prancis, Kekeringan di Inggris

Gelombang panas menghantam Eropa. Kebakaran besar melanda Prancis, sementara sumber mata air Inggris mulai mengering.


Angkat Besi Tambah Medali Emas di Islamic Solidarity Games 2022

4 hari lalu

Angkat Besi Tambah Medali Emas di Islamic Solidarity Games 2022

Tim angkat besi Indonesia sejauh ini telah mengumpulkan delapan emas pada kejuaraan Islamic Solidarity Games 2022 di Turki.


Gelombang Panas Bisa Memperburuk Kekeringan di Prancis

9 hari lalu

Gelombang Panas Bisa Memperburuk Kekeringan di Prancis

Warga Prancis pada Minggu, 7 Agustus 2022, menghadapi gelombang panas, yang dikhawatirkan bisa memperburuk kekeringan di negara itu.